Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi curiga kematian hakim Muslim pertama AS tak wajar

Polisi curiga kematian hakim Muslim pertama AS tak wajar Sheila Abdus-Salaam. ©2017 CNN.com

Merdeka.com - Aparat kepolisian kini mulai memperlakukan kematian hakim wanita Muslim pertama AS sebagai sesuatu yang tidak wajar. Keputusan itu diambil setelah jasadnya ditemukan sedang mengambang di Sungai Hudson.

Dilansir the Independent, Rabu (19/4), Sheila Abdus-Salaam (65) merupakan wanita keturunan Afrika pertama yang mengabdi untuk Mahkamah Banding sekaligus penganut Islam pertama yang menjadi hakim AS. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa di atas permukaan air sungai bagian barat Manhattan, sepekan lalu.

Temuan itu sangat mengejutkan banyak orang, sebab dia sempat berkomunikasi untuk terakhir kali dengan suaminya pada Senin pagi dan asistennya sehari setelahnya.

Saat ditemukan, jasad Sheila berpakaian lengkap serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Alhasil, petugas menganggapnya sebagai aksi bunuh diri, di mana seorang penegak hukum menyebut sang ibu dan saudara laki-laki dari hakim tersebut telah meninggal dalam beberapa tahun terakhir selama berlangsungnya Paskah. Saudara laki-lakinya memilih bunuh diri saat itu.

Ini penyidik memperlakukan kematiannya secara tak wajar, meski tidak disebutkan secara jelas indikasinya disebabkan karena kriminalitas atau bunuh diri.

"Saat ini kami memandangnya sebagai kematian tak wajar. Kami tidak menemukan indikasi jelas apakah disebabkan kriminalitas, namun pada titik ini kami belum bisa memastikan. Kami harap semua orang bisa memberikan informasi untuk mengungkap jam-jam terakhir sebelum korban hilang, itu akan membantu kami mengetahui apa yang sudah terjadi," ujar juru bicara kepolisian New York, Stephen Davis kepada ABC7NY.

Kepolisian New York menuliskan cuitan kepada publik untuk meminta kepada setiap orang yang memiliki informasi agar menghubungi Seksi Detektif ke-26. Penyidik kini sedang mempelajari kamera pengawas dari toko-toko dan bangunan permukiman untuk mengetahui perjalanan terakhir Sheila.

Sheila merupakan wanita lulusan dari Barnard College dan menerima gelar sarjana hukum dari Columbia Law School.

Dia memulai kariernya sebagai staf kejaksaan di East Brooklyn Legal Services dan terakhir mengabdi sebagai hakim di Mahkamah Tinggi Manhattan selama 14 tahun. Lalu ditunjuk untuk bergabung dengan Mahkamah Banding New York pada 2013 lalu.

Harian the New York Post mengutip pernyataan seorang sumber, di mana tidak ada tanda-tanda upaya masuk secara paksa di apartemennya. Mereka juga menyebutkan dari autopsi ditemukan air di paru-paru serta sedikit memar di sekitar lehernya, namun matanya tidak memperlihatkan pendarahan akibat pencekikan.

Hasil autopsi juga belum dikeluarkan secara resmi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP