PM Jepang Puji Presiden AS, Tak Jelaskan Alasan Usulkan Trump Dapat Nobel Perdamaian

Senin, 18 Februari 2019 21:03 Reporter : Hari Ariyanti
PM Jepang Puji Presiden AS, Tak Jelaskan Alasan Usulkan Trump Dapat Nobel Perdamaian Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Shinzo Abe dan penyanyi Pen-Pineaple-Apple-Pen. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe menolak mengomentari pemberitaan yang menyebut dirinya mencalonkan Trump sebagai nominasi peraih Nobel Perdamaian. Pekan lalu Trump mengklaim Shinzo Abe mengirimkan surat kepada Komite Nobel Perdamaian yang mencalonkannya sebagai peraih penghargaan bergengsi itu karena upayanya menurunkan ketegangan dengan Korea Utara.

Walaupun menolak menanggapi, Abe mengapresiasi Trump yang telah memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. Isu ini pun dipertanyakan oleh parlemen dimana dalam pemberitaan koran Jepang mengatakan Abe mengusulkan Trump karena diminta Washington.

"Mengingat kebijakan Komite Nobel untuk tidak mengungkapkan rekomendasi dan nominasi selama 50 tahun, saya menolak berkomentar," kata Abe didampingi juru bicaranya, dilansir dari laman Time, Senin (18/2).

Baik Abe maupun juru bicaranya tak menyangkal pernyataan Trump Jumat pekan lalu. Trump mengatakan Abe mengirimkannya salinan surat yang dikirimkan kepada Komite Nobel.

Saat pertemuan dengan komite badan anggaran, Abe memuji Trump. "

"Presiden Trump telah secara tegas merespons penyelesaian masalah nuklir dan rudal Korea Utara, dan tahun lalu dia mengadakan perundingan KTT AS-Korea Utara yang bersejarah," katanya.

Abe menambahkan bahwa Trump juga menyampaikan kekhawatirannya kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,tentang penculikan warga Jepang oleh Pyongyang, dengan mengatakan “dia dan seluruh Gedung Putih juga secara aktif bekerja sama dalam menyelesaikan masalah ini."

"Saya sangat memuji kepemimpinan Presiden Trump," kata Abe.

Juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga, mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang sangat menghargai upaya Trump terkait pelucutan nuklir Korea Utara, namun menolak mengomentari hal lainnya.

Surat kabar Jepang Asahi Shimbun melaporkan pada hari Minggu, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, bahwa Abe mencalonkan Trump atas permintaannya.

Mantan Presiden Barack Obama dianugerahi Nobel Perdamaian pada tahun 2009, tahun pertamanya menjabat, karena menguraikan komitmen AS untuk “membangun perdamaian dan keamanan dunia tanpa senjata nuklir.”

Batas waktu setiap tahun untuk pencalonan peraih Nobel yaitu 31 Januari dini hari. Menurut situs web komite Nobel, ada 304 kandidat peraih Nobel Perdamaian 2019 dimana 219 adalah individu dan 85 organisasi.

AS adalah sekutu Jepang untuk pertahanan nasional dan Abe dengan tekun membina hubungan baik dengan Trump. Dia adalah pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Trump setelah menang Pilpres tahun 2016. Abe secara pribadi memiliki kepentingan besar dalam menyelesaikan masalah penculikan dengan Korea Utara, masalah penting bagi basis politik nasionalisnya.

Komite Nobel memilih penerima hadiah tiap awal Oktober dengan suara terbanyak dan kemudian mengumumkannya kepada publik. Penghargaan ini kemudian diserahkan pada 10 Desember di Oslo, Norwegia. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini