Pertama Kalinya, Putra Raja Salman Jadi Menteri Energi Arab Saudi

Minggu, 8 September 2019 16:22 Reporter : Merdeka
Pertama Kalinya, Putra Raja Salman Jadi Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman. ©Joe Klamar/AFP/Getty Images

Merdeka.com - Arab Saudi menunjuk Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai menteri energi, menggantikan Khalid al-Falih, Minggu (8/9). Abdulaziz menjadi keluarga Al Saud pertama yang memegang jabatan menteri energi.

Dilansir dari laman The Straits Times, Pangeran Abdulaziz telah lama memiliki pengalaman puluhan tahun di sektor minyak. Dia juga telah lama menjadi anggota dari delegasi pengekspor minyak mentah nomor 1 ke organisasi negara pengekspor minyak, OPEC.

Para pengamat mengatakan, dengan pengalamannya di badan pembuat kebijakan OPEC, Pangeran Abdulaziz diharapkan tidak mengubah kebijakan minyak kerajaan. Selama ini, putra Raja Salman itu telah membantu menegosiasikan perjanjian antara OPEC dengan negara-negara anggota, untuk memotong pasokan minyak mentah global. Perjanjian tersebut membawa pengaruh terhadap harga minyak mentah dunia, serta keseimbangan pasar global.

Selain pengalamannya di OPEC, Pangeran Abdulaziz juga pernah menjabat sebagai menteri negara urusan energi di tahun 2017. Dia pun sempat menjadi wakil menteri perminyakan, mendampingi Ali al-Naimi.

Tercatat, sejak tahun 1960 Saudi telah memiliki lima menteri yang mengurus bidang perminyakan. Namun, tidak ada satu pun merupakan anggota kerajaan.

Penunjukkan Pangeran Abdulaziz sebagai menteri energi dilakukan, setelah minyak mentah diperdagangkan di bawah USD 60 per barel. Menurut pengamat yang dikutip dari The Guardian, angka tersebut jauh di bawah harga yang diperlukan untuk menyeimbangkan anggaran Saudi, yaitu USD 80 hingga USD 85 per barel.

Bulan lalu, Saudi membuat kementerian untuk industri dan sumber daya mineral yang sebelumnya tergabung dalam kementerian energi kolosal. Pemisahan ini membuat ranah kabinet Falih sebagai menteri energi berkurang.

Pekan lalu, jabatan Falih sebagai ketua Aramco, perusahaan minyak nasional, juga dihapuskan. Posisinya digantikan oleh Yasir al-Rumayyan, kepala dana kekayaan PIF dan penasihat dekat putra mahkota.

The Straits Times melaporkan, selain mengangkat putra raja sebagai menteri energi, Saudi juga mengeluarkan dekrit kerajaan yang menghapus wakil menteri energi saat ini, Abdulaziz al-Abdulkarim. Raja tidak menunjuk wakil baru untuk mendampingi putranya di kursi menteri energi.

Dilansir dari The Guardian, jabatan baru Pangeran Abdulaziz dapat mengganggu keseimbangan kekuasaan. Diplomat Saudi berpendapat, menempatkan Pangeran Abdulaziz di kursi menteri energi dapat menimbulkan risiko yang membuat dinasti perminyakan Saudi sebagai "sandera" politik kerjaan.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Arab Saudi
  2. Raja Salman
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini