Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peringati pendudukan Israel, tahanan Palestina mogok makan

Peringati pendudukan Israel, tahanan Palestina mogok makan Israel serang markas hamas. ©2017 REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Ratusan warga Palestina yang ditahan tanpa melalui proses pengadilan di penjara Israel menggelar aksi mogok makan. Aksi tersebut mereka lakukan setelah mendapat seruan dari Marwan Barghouti, pemimpin tahanan paling menonjol dan berpengaruh.

Aksi ini dilakukan sehubungan dengan Hari Tahanan Palestina yang diperingati setiap tahun. Yang juga memeringati 50 tahun Perang Enam Hari pada 1967 silam dan awal kependudukan Israel.

Meski aksi mogok merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para tahanan Palestina, namun jarang sekali terjadi hingga skala besar. Jika terus berlanjut, hal ini bisa menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Israel.

Aksi mogok makan itu kembali membawa sosok Barghouti yang telah menjalani hukuman selama 57 tahun dari hukuman seumur yang diberikan kepadanya. Dia didakwa karena mengambil peran dalam serangan teror dan pembunuhan selama Intifada Kedua.

"Pengalaman selama puluhan tahun telah membuktikan bahwa sistem tidak manusiawi Israel terus berlanjut sejak masa penjajahan kolonial dan militer dengan tujuan mematahkan semangat para tahanan dan tempat mereka berasal dengan cara membuat mereka menderita, memisahkan mereka dengan keluarga, serta melakukan langkah memalukan hanya untuk menguasai," tulis Barghouti di New York Times, seperti dilansir dari laman Telegraph, Senin (17/4).

Kepala Urusan Tahanan untuk Otoritas Palestina, Issa Qaraqe, membenarkan bahwa warga Palestina melakukan aksi mogok makan. Dia menuturkan ada 1.300 tahanan yang melakukan aksi tersebut dan jumlah tersebut masih bisa meningkat.

Sementara itu Kelompok LSM Tahanan Palestina mengatakan ada 1.500 yang ikut mogok makan. Sedangkan Juru Bicara Layanan Tahanan Israel, Assaf Librati, mengatakan ada 700 tahanan yang telah mengumumkan niat mereka untuk memulai mogok makan.

"Kami melakukan pemeriksaan pagi ini untuk melihat jumlah tahanan yang benar-benar ikut mogok atau sebagai simbolis saja dan melanjutkan makan setelah itu. Untuk perkembangannya kita akan mengupdate nanti," kata Librati.

Hingga saat ini, ada sekitar 6.500 warga Palestina yang ditahan di Israel atas berbagai pelanggaran dan kejahatan yang dituduhkan. Bagi warga Palestina, penjara telah menjadi simbol gamblang tentang pendudukan Israel.

Dari 6.500 tahanan tersebut, 62 di antaranya adalah perempuan sementara 300 lainnya merupakan anak di bawah umur. Sekitar 500 orang ditahan secara administratif, yang memungkinkan mereka untuk penjara tanpa didakwa atau diadili. Tiga belas anggota parlemen Palestina juga berada di antara para tahanan.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP