Penyidik senjata kimia temukan dosis besar agen saraf dalam kasus Skripal
Merdeka.com - Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) memperkirakan sekitar 50 hingga 100 gram zat saraf cair digunakan untuk menyerang mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, pada 4 Maret, dikutip dari New York Times, Jumat (4/5).
Direktur Jenderal Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia, Ahmet Uzumcu menyebutkan jumlahnya antara kurang dari seperempat hingga setengah cangkir. Jumlah ini secara signifikan lebih besar dari pada yang digunakan di laboratorium untuk penelitian.
Temuan ini membuat pihak OPCW akan menambahkan agen saraf, sebagai salah satu dari senjata kimia yang akan dipantau. Zat kimia yang dibuat ilmuwan Soviet itu digunakan untuk melawan pasukan Barat pada perang Dingin dengan nama kode Novichok.
OPCW juga akan meminta negara-negara penandatangan Konvensi Senjata Kimia, Rusia, Amerika Serikat dan Inggris untuk melaporkan jika ada produksi atau penimbunan Novichok di luar batas 5 hingga 10 gram yang diperlukan untuk tujuan penelitian, atau mengembangkan obat penawar.
Ini akan menjadi bahan kimia pertama yang ditambahkan ke daftar sejak 1993, ketika perjanjian itu ditandatangani.
Rusia membantah menimbun agen syaraf, tetapi para pejabat Inggris mengatakan mereka memiliki bukti yang dimilikinya.
Peneliti mengatakan bahwa zat itu mungkin dioleskan di sekitar pintu rumah Skripal, dan terjadi kontak melalui kulit.
Pejabat Rusia telah menyangkal keterlibatan apa pun dalam serangan itu, dan mengatakan bahwa laboratorium Barat mungkin telah mencampur racun yang digunakan.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya