Pengacara yakin Siti Aisyah bisa bebas dari tuduhan pembunuhan Kim Jong-nam

Rabu, 11 Juli 2018 20:09 Reporter : Ira Astiana
kim jong nam. ©telegraph

Merdeka.com - Pengacara Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, merasa kliennya tidak melakukan pembunuhan seperti yang dituduhkan. Oleh karena itu, dirinya yakin Siti akan dibebaskan.

"Berdasarkan bukti yang ada, khususnya dari rekaman CCTV dapat dilihat jika Siti Aisyah tidak melakukan tindakan pembunuhan. Dia hanya terekam sedang berlari dan tidak memaparkan cairan secara langsung ke wajah korban," kata pengacara Gooi Soon Seng kepada awak media, Rabu (11/7).

"Oleh karena itu tim kami optimis jika Siti Aisyah bisa bebas dari tuduhan ini," lanjutnya.

Gooi juga menambahkan saat ini Siti Aisyah berada dalam kondisi baik. Sama sepertinya, Gooi juga yakin kliennya optimis bisa terbebas dari jerat hukum atas kasus ini.

"Dia berada dalam kondisi yang baik. Dia juga memahami kasus yang menimpa dirinya. Saya meminta agar dia jangan terlalu khawatir dan dia pun optimis bisa terbebas dari hukuman," jelasnya.

Sidang lanjutan kasus pembunuhan ini rencananya akan digelar pada 16 Agustus mendatang. Dalam sidang tersebut hakim akan membacakan putusan untuk menentukan nasib Siti Aisyah dan satu terdakwa lain asal Vietnam, Doan Thi Huong, selanjutnya.

"Ada dua putusan yang mungkin keluar. Jika hakim memutuskan prima facie atau bukti yang ada di cukup untuk memenuhi unsur tindak pidana, maka keduanya bisa bebas. Namun jika tidak, hakim akan melanjutkan persidangan dan mendengar pembelaan dari terdakwa," bebernya.

Meski demikian, Gooi yakin keputusan hakim akan membawa hasil positif bagi kliennya. Sebab dia yakin ini ada kaitannya dengan kasus pembunuhan politik.

"Kami yakin ada motif pembunuhan politik di sini. Sebab beberapa kali pemerintah Korut ikut terlibat, seperti pihak kedutaan yang ikut menyembunyikan empat warga Korut diduga kuat menjadi dalang pembunuhan, penggunaan mobil dari kedutaan, hingga mobil yang digunakan tersangka terdaftar dengan nama pemilik orang Korut. Korut seperti memainkan perannya di sini," paparnya.

"Selain itu, saat kejadian Kim juga dilaporkan menyimpan pil yang merupakan penangkal dari racun agen saraf VX. Itu artinya dia sudah mengantisipasi bahwa dirinya akan dibunuh dengan racun tersebut," tambahnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan hakim tetap akan menjerat Siti Aisyah dengan pasal pembunuhan karena tak bisa menjerat empat warga Korut yang sudah melarikan diri, Gooi menyatakan hal itu kemungkinannya kecil.

"Dari pengalaman kami, hanya ada sedikit kemungkinan ada campur tangan politik," tandasnya. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini