Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peneliti Ungkap Gara-Gara Kecerdasan Buatan Manusia Tidak Pernah Temukan Alien, Begini Penjelasannya

Peneliti Ungkap Gara-Gara Kecerdasan Buatan Manusia Tidak Pernah Temukan Alien, Begini Penjelasannya

Peneliti Ungkap Gara-Gara Kecerdasan Buatan Manusia Tidak Pernah Temukan Alien, Begini Penjelasannya

Pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI oleh para peneliti mengalami kemajuan pesat selama beberapa tahun terakhir.

Pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI oleh para peneliti mengalami kemajuan pesat selama beberapa tahun terakhir. Salah satu teknologi tersebut adalah artificial superintelligence atau ASI, suatu bentuk AI yang tidak hanya melampaui kecerdasan manusia tapi juga tidak akan dibatasi oleh kecepatan belajar manusia.


Ide pembuatan ASI ini merupakan inti dari sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di Acta Astronautica. Kemungkinan AI menjadi sebuah “filter hebat” di alam semesta, ambang batas yang mencegah sebagian besar kehidupan berevolusi menjadi peradaban luar angkasa.

Kecerdasan buatan ini menjadi konsep yang mungkin menjelaskan mengapa pencarian kecerdasan luar angkasa, Seti, belum mendeteksi tanda-tanda peradaban teknis maju di tempat lain di galaksi ini, dikutip dari Science Alert.

Kecerdasan buatan ini menjadi konsep yang mungkin menjelaskan mengapa pencarian kecerdasan luar angkasa, Seti, belum mendeteksi tanda-tanda peradaban teknis maju di tempat lain di galaksi ini, dikutip dari Science Alert.

Asumsi “filter hebat” ini pada akhirnya mempertanyakan, mengapa di alam semesta yang luas dan kuno ini mampu menampung miliaran planet-planet yang berpotensi layak untuk dihuni makhluk hidup lainnya, dan mengapa kita belum bisa mendeteksi tanda-tanda peradaban alien. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat rintangan yang belum teratasi dalam garis waktu evolusi peradaban yang mencegah mereka berkembang menjadi entitas luar angkasa.

Para ilmuwan meyakini kehadiran ASI dapat menjelaskan kebingungan yang ada. Kemajuan pesat AI yang berpotensi mengarah pada ASI, mungkin bersinggungan dengan fase penting dalam perkembangan peradaban yang menjadi transisi dari spesies suatu planet ke spesies multiplanet.

Peneliti Ungkap Gara-Gara Kecerdasan Buatan Manusia Tidak Pernah Temukan Alien, Begini Penjelasannya

Dengan kemajuan yang jauh lebih pesat dari AI, banyak peradaban bisa goyah karena keterbatasan umat manusia untuk mengendalikan atau mengeksplorasi dan menghuni Tata Surya secara berkelanjutan.

Tantangan AI, khususnya ASI, terletak pada sifat AI yang otonom yang mampu memperkuat diri dan meningkatkan kemampuan. Ia memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan dengan kecepatan yang melampaui garis evolusi manusia tanpa AI.

Potensi terjadinya masalah sangat besar, yang dapat menyebabkan kehancuran peradaban biologis dan AI sebelum mereka berkesempatan menjadi multiplanet.

Misalnya, jika negara-negara semakin mengandalkan dan menyerahkan kekuasaan kepada sistem AI otonom yang bersaing satu sama lain, kemampuan militer dapat digunakan untuk membunuh dan menghancurkan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini berpotensi menyebabkan kehancuran seluruh peradaban manusia, termasuk sistem AI itu sendiri.

Dalam skenario ini, para ilmuwan memperkirakan usia panjang peradaban teknologi mungkin kurang dari 100 tahun. Ini merupakan perkiraan waktu antara kemampuan untuk menerima dan menyebarkan sinyal antar bintang (1960), dan perkiraan kemunculan ASI (2040) di Bumi. Waktu yang sangat singkat jika dibandingkan dengan skala waktu kosmik yang mencapai miliaran tahun.

Jika perkiraan ini dikaitkan dengan versi optimis dari persamaan Drake, yang mencoba memperkirakan jumlah peradaban luar angkasa yang aktif dan komunikatif di Bimasakti, menunjukkan bahwa, pada suatu waktu, hanya ada segelintir peradaban cerdas di luar sana. Selain itu, seperti manusia, aktivitas teknologi mereka yang relatif sederhana bisa membuat mereka cukup sulit untuk dideteksi.

Penelitian ini bukan sekadar kisah peringatan tentang potensi malapetaka. Penelitian ini berfungsi sebagai peringatan bagi umat manusia untuk membuat kerangka kerja peraturan yang kuat untuk memandu pengembangan AI, termasuk sistem militer.

Penelitian ini bukan sekadar kisah peringatan tentang potensi malapetaka. Penelitian ini berfungsi sebagai peringatan bagi umat manusia untuk membuat kerangka kerja peraturan yang kuat untuk memandu pengembangan AI, termasuk sistem militer.

Ilmuwan Menduga Alien Tidak Mampu Melakukan Perjalanan Antariksa seperti Manusia, Ini Buktinya
Ilmuwan Menduga Alien Tidak Mampu Melakukan Perjalanan Antariksa seperti Manusia, Ini Buktinya

Berdasarkan hasil riset ilmuwan, ada kemungkinan memang alien sulit melakukan perjalanan antariksa seperti manusia.

Baca Selengkapnya
Ilmuwan Ini Menyebut Ada Berapa Faktor Kenapa Alien Tak Bisa Dilihat Manusia
Ilmuwan Ini Menyebut Ada Berapa Faktor Kenapa Alien Tak Bisa Dilihat Manusia

Dugaannya karena banyak faktor yang menyebabkan kenapa Alien tak kunjung dilihat Manusia.

Baca Selengkapnya
GPT-5 Bakal Dirilis, Ini Keunggulannya
GPT-5 Bakal Dirilis, Ini Keunggulannya

Model AI generatif ini akan menjadi penerus dari GPT-4 yang telah diluncurkan di tahun lalu.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Peneliti Ungkap Manusia Bisa Berkomunikasi dengan Alien Lewat Cara Ini
Peneliti Ungkap Manusia Bisa Berkomunikasi dengan Alien Lewat Cara Ini

Peneliti Ungkap Manusia Bisa Berkomunikasi dengan Alien Lewat Cara Ini

Baca Selengkapnya
Ilmuwan Kumpulkan Ribuan Otak Manusia dari Seluruh Dunia, Ada Yang Diawetkan Sejak 12.000 Tahun Lalu, Ini Tujuannya
Ilmuwan Kumpulkan Ribuan Otak Manusia dari Seluruh Dunia, Ada Yang Diawetkan Sejak 12.000 Tahun Lalu, Ini Tujuannya

Peneliti mengumpulkan arsip dari ribuan otak manusia yang diawetkan dalam catatan arkeologi dari berbagai belahan dunia.

Baca Selengkapnya
AI Deteksi 27.500 Asteroid di Sekeliling Bumi, Apa Ada yang Akan Menabrak Planet ini?
AI Deteksi 27.500 Asteroid di Sekeliling Bumi, Apa Ada yang Akan Menabrak Planet ini?

Biasanya ilmuwan meneliti menggunakan pemotretan. Namun dengan AI bantu mendeteksi jumlah asteroid di sekitar Bumi.

Baca Selengkapnya
Ilmuwan Ungkap Bagaimana Manusia Akhirnya Bisa Jago Lari, Ternyata Hasil Evolusi Manusia Purba Melakukan Ini
Ilmuwan Ungkap Bagaimana Manusia Akhirnya Bisa Jago Lari, Ternyata Hasil Evolusi Manusia Purba Melakukan Ini

Menurut penelitian, manusia pada dasarnya adalah atlet dengan daya tahan yang luar biasa.

Baca Selengkapnya
China Punya Ambisi Lepas Ketergantungan Teknologi AI dari AS
China Punya Ambisi Lepas Ketergantungan Teknologi AI dari AS

Tiongkok tak ingin punya ketergantungan dengan teknologi AI besutan AS.

Baca Selengkapnya
5 Ilmuwan Komputer yang Sangat Khawatir Dampak Buruk AI Bagi Umat Manusia
5 Ilmuwan Komputer yang Sangat Khawatir Dampak Buruk AI Bagi Umat Manusia

Berikut adalah ilmuwan yang khawatir terhadap dampak buruk AI.

Baca Selengkapnya