Pemimpin Hong Kong Sesalkan Campur Tangan AS dalam Krisis Politik

Selasa, 10 September 2019 21:01 Reporter : Merdeka
Pemimpin Hong Kong Sesalkan Campur Tangan AS dalam Krisis Politik carrie lam. ©CGTN America

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam hari ini mengatakan, dia menyesalkan campur tangan negara asing dalam masalah krisis politik yang terjadi di kota pusat keuangan Asia itu.

"Untuk mencampuri urusan internal Hong Kong, ini sama sekali tidak perlu," katanya dalam menjawab pertanyaan wartawan, seperti dilansir laman Channel News Asia, Selasa (10/9).

Senator AS Chuck Schumer mendorong rancangan undang-undang bipartisan yang akan membuat Washington memberikan perlakuan khusus kepada Hong Kong, termasuk perdagangan dan hak istimewa bisnis, di bawah Undang-Undang Kebijakan Hong Kong AS tahun 1992.

Aturan yang disebut UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, juga akan mengamanatkan pejabat di China dan Hong Kong yang melanggar otonomi kota rentan akan terkena sanksi.

"Di bawah Hukum Dasar, Hong Kong punya hak otonomi tingkat tinggi dalam menangani urusan eksternal kita. Tetapi urusan eksternal itu tentu akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," kata Lam.

"Perjanjian apa pun yang kami miliki atau ketentuan tertentu yang diterapkan ke Hong Kong oleh Amerika tidak secara eksklusif untuk kepentingan Hong Kong."

Terdapat hampir 1.400 perusahaan AS di Hong Kong yang menikmati manfaat hubungan bilateral positif antara AS dan Hong Kong, dan hubungan itu saling menguntungkan.

"Kami sendiri memiliki kewajiban untuk mematuhi Undang-Undang Dasar," kata Lam, merujuk pada konstitusi Hong Kong yang memberikan kebebasan wilayah otonom yang tidak dinikmati di daratan China.

Disinggung mengenai aksi demonstrasi yang berujung pada kekerasan, Lam mengatakan penarikan RUU ekstradisi dan langkah-langkah lainnya, sebagai dimulainya dialog dengan masyarakat Hong Kong.

"Kekerasan harus dihentikan untuk kepentingan Hong Kong, tetapi ke depan, untuk memperbaiki keretakan di masyarakat dan untuk mengembalikan perdamaian, maka kami sangat ingin melibatkan orang secara langsung dalam dialog," tambahnya.

Reporter magang: Ellen RiVeren [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini