Pemberontak Huthi ancam serang bandara Saudi dan UEA
Merdeka.com - Kelompok pemberontak Huthi di Yaman mengancam akan menyerang pelabuhan dan bandara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Ancaman tersebut dikeluarkan beberapa jam usai putra mahkota Saudi menuduh Iran memulai agresi militer di kawasan.
Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman menyebut Iran mendukung pemberontak dengan agresi tersebut. Pernyataan itu langsung dibantah Iran yang menyebut bahwa itu tidak sesuai dengan kenyataan.
"Semua bandara, pelabuhan, daerah perbatasan dan wilayah penting lain bagi Arab Saudi dan UEA akan menjadi target langsung senjata yang merupakan hak sah kami," ungkap pemberontak tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (8/11).
"Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan mencari cara yang lebih radikal untuk mencegah pengetatan blokade dan semua tindakan yang ditujukan untuk menyebabkan kesengsaraan rakyat Yaman," tambahnya.
Saudi dan UEA merupakan dua sekutu yang tergabung dalam sebuah koalisi untuk memerangi pemberontak Yaman sejak 2015 lalu.
Pada Sabtu (4/11) lalu, pemberontak tersebut menembakkan rudal balistik ke Saudi yang berhasil ditangkal Saudi hingga serpihannya jatuh di dekat Bandara Internasional Raja Khalid.
Saudi pun menuding Iran ada di balik percobaan serangan rudal tersebut yang diklaim sebagai ancaman perang.
Sejak serangan itu, koalisi Saudi memperketat blokade daerah pemberontak di Yaman dan juga menghalangi pasokan bantuan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyelundupan rudal dan peralatan militer," koalisi Saudi beralasan. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya