Pejabat Kemenlu China Tuding Militer Amerika Bawa Virus Corona ke Wuhan

Minggu, 15 Maret 2020 05:34 Reporter : Merdeka
Pejabat Kemenlu China Tuding Militer Amerika Bawa Virus Corona ke Wuhan Kasus corona di Korea Selatan. ©2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

Merdeka.com - Seorang pejabat Kemenlu China menuding ada konspirasi Amerika di balik pandemik virus Corona Covid-19 yang muncul di Kota Wuhan. Militer Amerika disebut yang pertama kali membawa virus tersebut ke kota Wuhan.

Awalnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mempublikasikan ulang video, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Robert Redfield. Dalam video itu, Redfield bicara kepada komite Kongres AS tentang corona pada 11 Maret.

Dalam klip itu, Redfield mengatakan beberapa kematian akibat influenza di AS kemudian diidentifikasi sebagai kasus Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru berasal dari China.

Zhao mengkritik, Redfield yang tidak mengatakan kapan orang-orang itu meninggal atau selama periode kapan. Hal itu dijadikan landasan Zhao sebagai tuduhan konspirasi bahwa virus corona tidak berasal di provinsi Hubei di China tengah. Tapi Zhao tidak menunjukan bukti lebih lanjut atas tuduhan tersebut.

"CDC tertangkap di tempat. Kapan pasien positif mulai di AS? Berapa banyak orang yang terinfeksi? Apa nama rumah sakit? Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan. Coba transparan! Amerika berutang penjelasan kepada kami!" kata pejabat Kementerian Luar Negeri, dikutip dari CNN.com, Sabtu (14/3).

1 dari 3 halaman

Diketahui, ratusan atlet dari tentara Amerika berada di Wuhan untuk Pertandingan Dunia Militer pada Oktober 2019.

Video Redfield juga dipublikasikan ke Twitter oleh media pemerintah lainnya, termasuk penyiar nasional CCTV dan tabloid Global Times yang populer.

Pada hari Jumat, sesama juru bicara Kementerian Luar, Geng Shuang mengatakan, ada beragam pendapat tentang asal-usul virus di komunitas internasional.

"China selalu menganggap ini sebagai pertanyaan ilmiah, yang harus ditangani secara ilmiah dan profesional," katanya, menghindari pertanyaan apakah tweet Zhao mewakili posisi resmi pemerintah China.

Dalam sebuah penelitian ilmiah, virus corona berasal dari hewan liar kelelawar. Masyarakat Wuhan diketahui kerap mengkonsumsi hewan tersebut.

Beberapa bagian media sosial China, dan bahkan pemerintah negara itu, tampaknya telah meluncurkan kampanye bersama untuk mempertanyakan asal-usul virus corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 125.000 orang di seluruh dunia.

Kasus-kasus pertama dari virus yang dilaporkan adalah di Wuhan, dan sejak itu kota itu memiliki lebih banyak infeksi dan kematian daripada negara lain.

2 dari 3 halaman

Dalam konferensi pers resminya di Beijing pada 4 Maret, Zhao mengatakan, "Belum ada kesimpulan tentang asal usul virus dan para ilmuwan China masih melacak dari mana asalnya,".

Pada 27 Februari, pakar penyakit menular China terkenal Zhong Nanshan juga mempertanyakan dari mana virus corona berasal. "Infeksi ini pertama kali ditemukan di China tetapi virusnya mungkin bukan berasal dari China," kata Zhong pada konferensi pers.

Pada hari Kamis, Hua Chunying, bos Zhao yang memimpin Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri China, juga memprotes video Redfield. Dia mengatakan, "Benar-benar salah dan tidak pantas untuk menyebut ini coronavirus China," katanya.

Duta Besar China untuk Afrika Selatan, Lin Songtian, juga meramaikan Twitter pada 8 Maret. Dia mengatakan meskipun epidemi pertama tercatat di China, tidak berarti virus itu 'berasal dari China'.

Namun, rekan Zhao, Geng, mengingatkan, asal virus hanya bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. "Kami tidak berharap melihat ada yang membuat masalah untuk menstigmatisasi negara lain. Dengan COVID-19 berkembang menjadi pandemi, dunia harus bersatu untuk melawannya, bukannya meratakan tuduhan dan serangan terhadap satu sama lain, yang sama sekali tidak konstruktif,"

3 dari 3 halaman

Pejabat China Doyan Main Twitter

Komentar Zhao adalah contoh lain dari tokoh pemerintah China yang menggunakan Twitter untuk membela China dari kritik. Meskipun platform itu dilarang di negara tersebut, bersama dengan Facebook, Instagram dan sejumlah situs media sosial Barat terkemuka lainnya.

Sebelum 2019, beberapa pejabat China telah memverifikasi akun Twitter. Namun sejak itu, duta besar, kepala misi dan juru bicara kementerian luar negeri China di seluruh dunia tetap menggunakan Twitter.

Pada bulan Januari, duta besar China untuk Inggris Liu Xiaoming mempertimbangkan keputusan Inggris tentang apakah akan melarang raksasa telekomunikasi Huawei dari jaringan 5G di Twitter.

Cui Tiankai, duta besar China untuk AS, main Twitter pada Desember untuk membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Uyghur yang mayoritas Muslim di Xinjiang. "Pada akhirnya, fakta akan selalu menang atas kebohongan," cuit dia.

Zhao dipromosikan pada pertengahan 2019 setelah membangun reputasi untuk dirinya sendiri di Twitter sebagai advokat sengit untuk kepentingan China - berdebat dengan politisi barat dan menghalangi kritik Beijing- selama menjabat sebagai diplomat senior di kedutaan China di Pakistan. [rnd]

Baca juga:
China Menolak Disebut Sebagai Negara Asal Virus Corona, Ini Alasannya
Warga Asing di Turki Jadi Korban Perundungan akibat Virus Corona
Ulama Arab Saudi Larang Warga Dengan Infeksi Virus Corona Salat Jumat di Masjid
Penjelasan Ilmuwan Mengapa Virus Corona Bisa Sangat Cepat Menyebar & Menular
Jokowi Soal IHSG Turun: Pasar Keuangan Dunia Alami Goncangan
Untuk Pertama Kali Iran Ajukan Pinjaman Kepada IMF Untuk Tangani Wabah Virus Corona
Menteri Dalam Negeri Australia Positif Tertular Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini