Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasukan Irak duduki Kirkuk, etnis Kurdi justru terbelah

Pasukan Irak duduki Kirkuk, etnis Kurdi justru terbelah Pejuang wanita Kurdi. ©REUTERS/Ahmed Jadallah

Merdeka.com - Perseteruan antara pemerintah Irak dengan otoritas etnis Kurdi hendak memerdekakan diri semakin memanas. Pasukan Irak terlibat kontak senjata dengan milisi Kurdi, dan berhasil menduduki Provinsi Kirkuk.

Dilansir dari laman AFP, Selasa (17/10), pasukan Irak dibantu milisi Syiah dengan cepat merebut Provinsi Kirkuk dari tangan pejuang Kurdi, Peshmerga, karena membawa persenjataan lebih lengkap, unggul dalam jumlah serdadu, dan didukung kavaleri berupa tank. Sebab, pasukan Irak juga sembari menggempur sisa-sisa kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) lari dari Mosul.

Pertempuran antara kedua belah pihak terjadi sejak Minggu pagi pekan lalu. Alhasil, sepuluh anggota Peshmerga tewas, dan 27 lainnya terluka. Setelah itu, pasukan Irak merebut pangkalan dan landasan udara militer K1 di sebelah barat laut Kirkuk, sekaligus menduduki kantor gubernur, serta menguasai satu ladang minyak Baba Gargar.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, berdalih kalau operasi militer digelar demi melindungi persatuan bangsa.

"Kami meminta semua rakyat mendukung pasukan Irak," kat al-Abadi.

Sayangnya, dua faksi di otoritas Kurdi juga tidak akur. Yakni antara Partai Persatuan Patriot Kurdi (PUK) dan Partai Demokratik Kurdi (KDP).

Pasukan Peshmerga pro PUK memilih menarik diri dari daerah dikuasai dan dikirim ke sebelah selatan. Mereka mendukung rencana perundingan dengan pemerintah Irak, ditengahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan sebagai gantinya bakal membatalkan rencana jajak pendapat. Sedangkan pasukan pendukung KDP berhubungan dengan pimpinan Kurdi, Massud Barzani, dikerahkan ke arah utara.

Etnis Kurdi menyatakan Kirkuk yang kaya minyak adalah tanah kelahiran mereka, dengan berdasarkan klaim sejarah. Namun, pemerintah Irak juga menyatakan wilayah itu milik mereka.

Etnis Kurdi selama ini menguasai enam ladang minyak, saban hari bisa memproduksi 340 ribu hingga 550 ribu barrel. Pemerintah Irak berkeras menguasai Kirkuk karena kehabisan uang lantaran harga minyak dunia jatuh, dan banyak anggaran tersedot buat membiayai operasi militer demi menggempur ISIS. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP