Pangeran bin Salman akan buka suara soal kasus Jamal Khashoggi di forum internasional

Rabu, 24 Oktober 2018 22:44 Reporter : Merdeka
Pangeran bin Salman akan buka suara soal kasus Jamal Khashoggi di forum internasional pangeran muhammad bin salman. ©SPA

Merdeka.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman akan berbicara di konferensi investasi di Riyadh, Rabu 24 Oktober 2018. Kabar itu disampaikan seorang panitia acara.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (24/10), Pangeran MBS akan berpidato pada jam 17.00 sore waktu setempat dalam acara panel konferensi investasi Future Investment Initiative (FII) di Riyadh yang sudah berlangsung sejak kemarin.

Ia diharapkan akan menyinggung isu seputar kematian Jamal Khashoggi, termasuk, kemungkinan pembelaan diri darinya setelah ramai dituduh oleh berbagai pihak sebagai otak kematian kolumnis the Washington Post itu.

Ini merupakan penampilan publik pertama Pangeran MBS sejak kematian Khashoggi, yang diklaim oleh Riyadh tewas dalam 'perkelahian dan operasi penggerebekan yang berjalan keliru' di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Tiga pekan lebih sejak kasus itu muncul ke permukaan, lingkaran terdekat Pangeran MBS telah disangkut-pautkan oleh laporan berbagai informan anonim sebagai 'dalang sebenarnya' dari kematian Khashoggi. Beberapa pejabat AS juga mengatakan kepada CNN bahwa tidak mungkin kematian Khashoggi terjadi tanpa sepengetahuan langsung Pangeran MBS.

Pernyataan Baru dari Saudi Soal Kasus Khashoggi

Penampilan publik Pangeran MBS pada hari ini terjadi sehari setelah informan Saudi menyampaikan pernyataan baru soal kematian Jamal Khashoggi.

Seperti dikutip dari CNN, informan Saudi, pada Selasa 23 Oktober menjelaskan bahwa memang benar ada sebuah operasi yang melibatkan tim beranggotakan belasan orang "untuk meyakinkan Khashoggi kembali ke Arab Saudi" --Khashoggi diketahui telah hidup di pengasingan di AS dan Turki (bersama tunangannya, Hatice Cengiz) sejak akhir 2017.

Tim itu diketahui berada di konsulat Saudi di Istanbul ketika Khashoggi diketahui memasuki kompleks itu pada 2 Oktober 2018.

Jika 'cara baik-baik' tidak berhasil, tim itu berencana untuk membius dan membawa Khashoggi ke sebuah 'rumah aman' atau safe house (terminologi dunia intelijen-spionase untuk menyebut sebuah kamp atau rumah persembunyian) Saudi di Istanbul, di mana ia akan ditahan selama 48 jam.

Dan, jika Khashoggi masih menolak untuk kembali ke Arab Saudi pada saat itu, tim harus pergi dan seorang "kaki-tangan lokal" mesti membiarkannya pergi, kata informan itu kepada CNN.

Informan Saudi itu juga mengklaim bahwa seorang ahli forensik hadir untuk menghapus semua bukti keberadaan Khashoggi di konsulat dan di rumah aman, sehingga jika kemudian Khashoggi mengatakan bahwa dia telah diculik, tidak akan ada bukti yang mendukung pernyataannya.

Namun, operasi itu berjalan keliru ketika tahapan di konsulat, yang mana Khashoggi "marah ketika hendak dibius, kemudian berjibaku dengan anggota tim untuk menghindari pembiusan, dan akhirnya dicekik sampai tewas."

Dalam operasi itu, informan tersebut menyebut tentang keterlibatan '15 orang Saudi' yang ikut serta dalam operasi itu. Total sembilan orang berada di konsulat, dengan "tiga atau empat bertugas untuk menanyai Khashoggi, dan sisanya menangani logistik." Anggota lainnya, menunggu di rumah aman, menurut informan itu.

Kendati demikian, informan itu tidak memberikan bukti yang menguatkan versi baru dari peristiwa tersebut --sebuah iterasi lain dari sisi Arab Saudi tentang misteri kematian Jamal Khashoggi yang terus berkembang itu.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini