OKI desak Myanmar buka akses pengiriman bantuan
Merdeka.com - Myanmar didesak untuk membuka akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine. Hal ini disepakati para negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Permintaan tersebut tercantum dalam dua dokumen yang disetujui OKI.
"Dokumen pertama adalah Resolusi mengenai situasi kelompok minoritas Muslim Rohingya di Myanmar. Dalam resolusi ini di antara lain berupa permintaan kepada negara anggota OKI untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan meminta pemerintah Myanmar membuka akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan," demikian isi dokumen pertama, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima merdeka.com, Jumat (20/1).
Dokumen kedua berupa Final Communique. Dalam dokumen kedua ini, tercantum permintaan negara-negara anggota OKI kepada perwakilan OKI di New York, Jenewa dan Brussels agar secara periodik melakukan review terhadap perkembangan di Myanmar.
Dalam pertemuan ini disahkan juga Kuala Lumpur Declaration on Palestine and the City of Al Quds Al Sharif. Dukungan anggota OKI juga diberikan terhadap penyelenggaraan Middle East Peace Conference yang sudah dilakukan pada 15 Januari lalu di Paris.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya