Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Netanyahu tegaskan rakyat Tepi Barat di bawah kontrol Israel

Netanyahu tegaskan rakyat Tepi Barat di bawah kontrol Israel pesawat netanyahu. ©jerusalem post

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan pernah melepaskan kontrol keamanan atas seluruh Tepi Barat. Pernyataan itu disampaikannya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Menlu Australia Julie Bishop yang mempertanyakan maksud dari dukungan atas negara Palestina.

Dilansir Times of Israel, Minggu (26/2), Netanyahu melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara selama perjalanan lima harinya di Australia, termasuk dengan Perdana Menteri Malcolm Turnbull serta pemimpin oposisi Bill Shorten.

Di samping perjanjian bisnis dan pariwisata di kedua negara, konflik Israel dengan Palestina juga menjadi pokok bahasan. Apalagi perjalanan Netanyahu di Sydney disambut unjuk rasa pro-Palestina.

Dalam pertemuannya dengan Shorten Jumat (24/2) kemarin, dia ditanyakan soal pandangan Partai Buruh atas pembangunan permukiman di Tepi Barat dengan sang perdana menteri. Mereka berbicara selama hampir sejam, dan mengulangi dukungan partai atas solusi dua negara.

"Kami mau melihat Israel aman dan termasuk perbatasannya; kami juga mendukung hak rakyat Palestina untuk punya negara sendiri. Kami menegaskan secara jelas dan tegas bahwa permukiman itu dan ekspansi Israel merupakan penghalang perdamaian," kata Shorten.

Pernyataan resmi dari kantor Netanyahu menyatakan, pertemuan itu membahas dua hal, yakni diplomatik dan isu kawasan termasuk soal Iran, Suriah dan Palestina tanpa menyebutkan detilnya. Dikatakan pula, perdana menteri mempermasalahkan kesepakatan nuklir dengan Iran, agresi Iran di kawasan serta ekspansi ideologi.

"PM membatasi penekanan atas sifat bipartisan terhadap Israel di Australia dan menegaskan kembali dukungannya untuk Israel."

Para tetua partai menyesalkan kurangnya proses untuk menegakkan solusi dua negara untuk dijadikan kebijakan solusi dua negara dalam membentuk negara Palestina. Mantan perdana menteri Kevin Rudd dan Bob Hawke serta mantan Menlu Gareth Evans serta Bob Carr menginginkan negaranya bergabung bersama 137 negara memberikan akses diplomatik bagi Palestina merdeka.

Di hari pertamanya di Australia, Netanyahu tertantang memberikan penjelasan Rudd dan Hawke jika negara Palestina berdiri tidak mengenal hak Israel untuk eksis.

"Saya bertanya kepada dua mantan perdana menteri untuk menjawab pertanyaan simpel: Negara macam apa yang mereka dukung? Negara yang menyatakan kehancuran Israel? Negara yang memberikan wilayahnya untuk dipakai bagi Islam Radikal?" katanya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP