Netanyahu: Palestina Tidak Akan Pernah Merdeka

Senin, 8 April 2019 17:53 Reporter : Merdeka
Netanyahu: Palestina Tidak Akan Pernah Merdeka Benjamin Netanyahu. Reuters/Lior Mizrahi/Pool

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel mengatakan negara Palestina tidak akan pernah terbentuk. Ia mengumumkan akan memperluas kedaulatan Israel atas pemukiman di wilayah Tepi Barat (West Bank) jika kembali terpilih dalam pemilu mendatang.

"Itu tidak akan pernah terjadi," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara pra-pemilu dengan media lokal Israel berbahasa Ibrani, Arutz 7.

Netanyahu menegaskan ia juga akan "mempertahankan Yerusalem," sebagaimana dikutip dari Sputnik News pada Senin (8/4). Mengingat Yerusalem dianggap oleh rakyat Palestina sebagai ibu kota masa depannya.

"Saya akan mempertahankan kekuasaan Israel di seluruh wilayah barat Sungai Yordan," lanjutnya.

Pernyataan kontroversial tersebut muncul setelah sang PM Israel berencana akan menganeksasi sebagian wilayah pasca pemilihan umum 9 April 2019. Hal itu dikatakan Netanyahu dalam sebuah wawancara di TV Israel.

"Anda bertanya apakah kami pindah ke tahap berikutnya - jawabannya adalah ya, kami akan pindah ke tahap berikutnya," katanya, seperti dilansir BBC.

"Saya akan memperluas kedaulatan (Israel) dan saya tidak membedakan antara blok pemukiman dan pemukiman terisolasi."

Seorang juru bicara untuk pemimpin Palestina Mahmoud Abbas merespons: "Segala tindakan dan pengumuman tidak akan mengubah fakta. Pemukiman itu ilegal dan mereka akan dihapus."

Takut Kehilangan Suara

Langkah agresif Netanyahu tersebut diberikan menyusul pernyataan Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett beberapa waktu lalu.

Bennet sempat menuduh bahwa Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump berencana mendirikan negara Palestina di Tepi Barat dan membagi Yerusalem untuk dua negara dalam "satu atau dua hari setelah hari pemilihan."

Merasa tidak terima, Netanyahu menggambarkan tuduhan itu sebagai tidak berdasar. Hal itu mengingat, pernyataan Bennet dapat memperkecil dukungan sebagian rakyat Israel terhadapnya dalam pemilu mendatang.

Dalam pemilihan esok hari, Partai Likud sayap kanan yang dipimpin PM Benjamin Netanyahu bersaing ketat dengan aliansi partai berhaluan politik tengah-kanan yang baru.

Namun partai-partai lain, yang beberapa di antaranya mendukung pencaplokan Israel atas Tepi Barat, bisa berakhir menang ketika mereka mencoba membentuk koalisi untuk memerintah.

Dalam partai Likud Netanyahu sendiri, 28 dari 29 anggota parlemen yang mencalonkan diri kembali terpilih sebagai pendukung pendekatan ini. Sebelumnya, perdana menteri adalah satu-satunya pengecualian, hingga kemudian ia melontarkan komentar serupa akhir pekan ini, menjadikan semua politisi Likud yang mencalonkan diri kembali (29 orang) memiliki visi politik aneksasi Tepi Barat.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini