Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Netanyahu minta Palestina menerima kenyataan Yerusalem ibu kota Israel

Netanyahu minta Palestina menerima kenyataan Yerusalem ibu kota Israel Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu. ©Reuters/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Pascakeputusan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin rakyat Palestina menyetujui Yerusalem sebagai ibu kota negara Yehudi tersebut. Saat itu, Netanyahu sedang bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Semakin cepat orang-orang Palestina mengatasi kenyataan ini, semakin cepat kita bergerak menuju kedamaian. Inilah mengapa saya berpikir bahwa pengumuman Presiden (Donald) Trump begitu bersejarah dan sangat penting untuk perdamaian," kata Netanyahu, seperti dilansir dari Sputnik News, Senin (11/12).

"Saya menawarkan kepada Abbas untuk duduk dan menegosiasikan perdamaian, tidak ada yang bisa lebih mudah," kata Netanyahu dalam sebuah konferensi pers setelah melakukan perundingan di Paris dengan Macron.

Macron mendesak Perdana Menteri Israel untuk bernegosiasi dengan Palestina setelah keputusan kontroversial yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Saya yakin bahwa satu-satunya solusi yang sesuai dengan hukum internasional adalah konsep dua negara bagian," kata Presiden Prancis tersebut.

"Saya mendesak perdana menteri untuk menunjukkan keberanian dalam berurusan dengan Palestina agar mengeluarkan kita dari arus jalan buntu." tambahnya.

Macron mengutuk demonstrasi menentang Netanyahu yang terjadi di Paris pada hari Sabtu (9/12). Menurut Macron, AS memiliki kemauan untuk mediasi konflik Israel-Palestina, "Kita harus menunggu dan melihat apa yang akan diajukan."

Pada saat yang sama, Macron mencatat, membangun kembali penyelesaian yang terlanjur membeku akan menjadi isyarat penting demi perdamaian dari Israel.

Kunjungan Netanyahu muncul setelah Trump membuat pengakuan Yerusalem sebagai ibukota resmi negara Yahudi. Pemimpin Perancus dan semua negara Arab menggambarkan keputusan tersebut sebagai keputusan yang disesalkan.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis menjadi salah satu negara yang mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Mereka mengecam keputusan Trump dan meminta Washington untuk mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian damai Israel-Palestina.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP