Najib Razak ungkap kekesalannya karena kalah dalam pemilu Malaysia
Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (64) muncul di muka publik untuk pertama kalinya usai mengundurkan diri sebagai Ketua Koalisi Barisan Nasional (BN). Najib kembali ke wilayah konstituennya di Pekan, Pahang, di mana ia menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk menjelaskan bahwa kekalahan koalisi yang dipimpinnya bukan kesalahannya.
Najib Razak yang bicara dalam pertemuan tahunan divisi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), menyuarakan nada menantang dan mencela kampanye aliansi Pakatan Harapan, kubu lawannya dalam pemilu Malaysia ke-14 yang berlangsung pada 9 Mei lalu.
"Itu bukan kontestasi gagasan. Itu kontestasi berita palsu," kata Najib Razak, yang telah menduduki kursi parlemen Pekan selama 42 tahun di hadapan ratusan pendukungnya yang berkumpul di auditorium markas UMNO Pekan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (21/5).
"Ada kampanye serangan pribadi, fitnah, kebencian, dan janji-janji manis--sebagian besar jelas tidak boleh disampaikan. Sayangnya, itu semua menyebabkan kami kalah dalam pemungutan suara," tutur PM ke-6 Malaysia itu.
Tumbangnya koalisi Barisan Nasional mengejutkan seantero negeri karena peristiwa itu baru pertama kali terjadi dalam sejarah Malaysia, sejak negara itu merdeka dari Inggris pada 1957. Fakta tersebut menjadikan pula Najib Razak sebagai petahana pertama yang kalah dalam pemilu.
Bagaimana pun, bagi Najib Razak, pemilu bukanlah sebuah kontes yang adil. Dia memandang kekalahannya adalah hasil dari permainan politik kotor yang diatur oleh Pakatan Harapan, pimpinan mantan mentornya sekaligus perdana menteri terlama Malaysia, Mahathir Mohamad (92).
Najib Razak sendiri kini tengah diselidiki terkait skandal megakorupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Ia dan istrinya Rosmah Mansor dilarang bepergian ke luar negeri.
1MDB adalah lembaga investasi yang didirikan pemerintah negeri jiran itu untuk memberikan manfaat pada rakyatnya. Gagasannya, 1MDB akan berinvestasi dalam sejumlah proyek di seluruh dunia, kemudian keuntungannya akan dikembalikan pada rakyat Malaysia.
Namun, dalam praktiknya, organisasi ini dituduh telah menyedot dana negara ke rekening pribadi Najib Razak dan orang-orang dekatnya. Skandal ini tengah diselidiki sejumlah negara, termasuk salah satunya Amerika Serikat.
Penyelidikan skandal 1MDB sempat ditutup pada era Najib Razak. Namun, tidak lama setelah Mahathir Mohamad dilantik sebagai perdana menteri ke-7, kasus ini kembali dibuka dan menjadi salah satu agenda utama yang menanti diselesaikan segera.
Sebagian besar melihat, skandal 1MDB dan pengenalan pajak konsumsi berbasis luas dipandang sangat berpengaruh pada suara pemilih dalam pemilu Malaysia ke-14. Namun, bagi Najib Razak, suara telah dimanipulasi oleh kampanye yang dirancang untuk "menjelekkan" dirinya.
"Mereka melakukan segalanya untuk menodai saya. Mereka menyerang saya dan istri saya, dengan mengatakan bahwa saya harus meminta persetujuannya (istri) sebelum membuat keputusan. Ini fitnah. Kami membuat keputusan di kabinet, bukan di rumah saya," jelas Najib Razak.
"Saya tidak pernah mengatakan pada menteri, 'Tunggu. Saya harus meminta persetujuan istri saya'. Tidak pernah. Istri saya tahu banyak hal, tapi tidak berarti dia membuat keputusan akhir."
Selama pidatonya, Najib juga menyinggung soal penggeledahan di properti yang menyangkut dirinya dan keluarganya. Ratusan tas mewah, uang tunai, perhiasan, dan sejumlah barang-barang mahal disita dalam penggerebekan tersebut.
"Setelah saya menyerahkan kekuasaan, begini saya diperlakukan. Bahkan tempat anak saya digeledah. Sepatu bayi juga ikut disita. Hadiah pernikahan mereka juga dibawa. Apa hubungan antara 1MDB dan sepatu anak-anak? Apa hubungan antara hadiah pernikahan dan 1MDB?" tanya Najib Razak.
Reporter: Khairisa Ferida
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya