Najib Razak Mengaku Tidak Bersalah dalam Sidang Perdana Kasus Megakorupsi 1MDB

Rabu, 3 April 2019 17:36 Reporter : Pandasurya Wijaya
Najib Razak Mengaku Tidak Bersalah dalam Sidang Perdana Kasus Megakorupsi 1MDB Najib Razak jalani sidang dakwaan. ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengaku tidak bersalah atas tujuh tuntutan hukum dalam sidang perdana kasus megakorupsi badan pemerintah 1MDB.

Najib yang hadir memakai jas hitam, baju kemeja putih dan dasi ungu itu datang ke Pengadilan Tinggi Malaysia untuk menghadapi tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan, satu dakwaan pelanggaran kekuasaan, dan tiga dakwaan pencucian uang melibatkan dana sebesar Rp RM 42 juta atau setara Rp 145 miliar di SRC International, bekas unit usaha 1MDB.

Jumlah sebesar itu adalah bagian dari uang senilai SUD 1 miliar yang diduga mengalir ke rekening pribadinya. Najib selama ini selalu menyangkal dirinya bersalah dan menyebut dakwaan itu bermuatan politis.

Dilansir dari laman the Straits Times, Rabu (3/4), mantan perdana menteri Malaysia itu tampak tenang ketika di kompleks pengadilan sekitar pukul 14.00. Dia sempat menyapa para pendukungnya sebelum memasuki ruang sidang bersama pengacaranya, Muhammad Shafee Abdullah.

Namun Najib tidak datang bersama istrinya, Rosmah Mansor, yang juga didakwa pencucian uang dan menghindari pajak. Putranya, Nosashman Najib, juga hadir di pengadilan tak lama setelah pukul 14.00

"Bajib adalah pemimpin sejati kami dan perdana menteri sejati Malaysia. Dia membangun negara terutama di daerah terpencil. Dia menjaga rakyat. Kami akan sangat marah dan frustrasi kalau dia sampai dipenjara. Semua dakwaan terhadap dirinya ini tidak benar," kata Baha Taha, pendukung Najib dan ketua sekretariat Geram, koalisi LSM.

Pengadilan perdana ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Februari laluy namun tim kuasa hukum Najib meminta penundaan karena masalah prosedur. Penundaan ini sudah beberapa kali terjadi.

Pengacara Najib, Shafee Abdullah meminta penundaan itu karena alasan anjing peliharaannya luka di bagian tangan.

Ketua lembaga nirlaba Pusat Pemberantasan Korupsi dan Kroniisme, Cynthia Gabriel, mengatakan kepada kantor berita AFP, rakyat Malaysia sudah terlalu lama menunggu sidang ini dimulai.

"Beberapa kali penundaan ini kelihatan sekali sengaja dilakukan," kata dia. "Sepertinya mantan perdana menteri belum siap untuk duduk di pengadilan menghadapi dakwaan, pemeriksaan dan dipermalukan." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini