Militer Myanmar Berdalih Eksekusi Aktivis Demokrasi Demi Keadilan untuk Rakyat

Kamis, 28 Juli 2022 17:24 Reporter : Hari Ariyanti
Militer Myanmar Berdalih Eksekusi Aktivis Demokrasi Demi Keadilan untuk Rakyat Aksi Protes Kudeta Militer Myanmar. ©2021 AFP/Ye Aung THU

Merdeka.com - Militer Myanmar menuai kecaman internasional setelah mengeksekusi mati empat aktivis pro demokrasi. Namun militer, yang melakukan kudeta pada 1 Februari 2021, membela diri dan berdalih eksekusi itu dilakukan demi keadilan untuk rakyat.

Juru bicara pemerintah militer (Dewan Pemerintah Negara/SAC), Mayjen Zaw Min Tun mengatakan eksekusi itu sah dan bukan hal "personal".

Ini adalah eksekusi mati pertama di Myanmar selama puluhan tahun.

"Ini keadilan untuk rakyat. Para kriminal ini diberikan kesempatan untuk membela diri mereka sendiri," ujar Zaw Min dalam konferensi pers di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (28/7).

Dia menambahkan, militer tahu eksekusi tersebut bakal menuai kritik.

Mereka yang dieksekusi di antaranya aktivis demokrasi Kyaw Min Yu atau dikenal dengan nama Ko Jimmy, mantan anggota parlemen dan artis hip hop Phyo Zeya Thaw. Dua orang lainnya yaitu Hla Myo Aung dan Aung Thura Zaw.

Empat orang tersebut dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan tertutup pada Januari dan April setelah dituduh terlibat dalam perlawanan dengan kekerasan terhadap militer rezim, dakwaan yang dibantah kuasa hukum mereka.

Pada Senin, media pemerintah melaporkan eksekusi telah dilaksanakan, tapi tidak menyebutkan kapan atau metode apa yang digunakan. Sebelumnya hukuman mati di Myanmar dilakukan dengan digantung.

Pada Selasa, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Noeleen Hyezer dan Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengecam eksekusi mati tersebut dan menyebutnya "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Saifuddin mengatakan dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, eksekusi mati itu akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan ASEAN di Kamboja.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan, sebanyak 113 orang lainnya dijatuhi hukuman mati, dan 41 di antaranya divonis in absentia. AAPP juga mengatakan 14.820 orang ditangkap sejak kudeta. Selama periode yang sama, 2.120 orang dibunuh pasukan militer. [pan]

Baca juga:
Indonesia Kutuk Eksekusi Empat Aktivis Myanmar oleh Junta Militer
Junta Myanmar Eksekusi Empat Tahanan, Termasuk Aktivis Demokrasi
Nasib Junta Militer Myanmar, Perang Saudara yang Tak Bisa Dimenangkan
Amnesty: Penggunaan Ranjau Darat oleh Militer Myanmar Sama dengan Kejahatan Perang
Pemberontak Myanmar Klaim Bunuh dan Tangkap Tentara Junta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini