Militer Filipina perlihatkan foto mayat pemimpin militan di Marawi
Merdeka.com - Tentara Filipina memperlihatkan foto mayat Isnilon Hapilon dan Omar Maute, dua pemimpin kelompok militan Maute di Kota Marawi yang tewas usai baku tembak kemarin.
Militer Filipina kemarin terlihat berpose dengan mayat kedua pemimpin pemberontak di Marawi itu setelah kontak senjata.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari ini mengumumkan Kota Marawi sudah terbebas dari kelompok ISIS setelah lima bulan pertempuran. Meski juru bicara militer menyatakan masih ada sekitar 20-30 militan yang bertempur dan menahan 20 sandera.
"Dengan ini saya menyatakan Marawi telah bebas," kata Duterte, seperti dilansir dari CNN, Selasa (17/10).
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, mengatakan ada dua pimpinan militan di Marawi yaitu Isnilon Hapilon dan Omar Maute terbunuh dalam baku tembak.
Isnilon Hapilon, emir ISIS di Asia Tenggara dan Omarkhayam Maute, salah satu dari dua khalifah ISIS, tewas dalam sebuah target operasi kemarin.
Di hadapan tentaranya, Duterte menyatakan kini waktunya membangun kembali Kota Marawi dan menyembuhkan luka.
"Saya menyatakan Kota Marawi sudah dibebaskan dari pengaruh teroris dan ini menandai dimulainya pembangunan kembali," ujar Duterte di Marawi.
Juru bicara militer Restituto Padilla mengatakan meski pertempuran belum berakhir namun sisa militan yang ada sudah bukan lagi ancaman serius.
"Mereka sudah tidak bisa kabur lagi dan tidak ada yang bisa masuk," kata Padilla kepada stasiun televisi ANC. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya