Militan Indonesia masih bertempur di Marawi usai dua pemimpin ISIS tewas
Merdeka.com - Militer Filipina hari ini mengatakan dua pemimpin militan di Kota Marawi, Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, tewas dalam baku tembak dan mayat mereka sudah ditemukan. Keduanya disebut-sebut sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara.
Panglima Filipina Jenderal Eduardo Ano mengatakan pasukannya kini masih bertempur dengan sejumlah militan Indonesia dan Malaysia di Marawi. Ano menyebut sekitar 30 militan masih bertahan di wilayah yang sudah terdesak dan memaksa mereka menyerah dan membebaskan sandera.
Laman the Star melaporkan, Senin (16/10), setelah dua pemimpin militan itu tewas, intelijen menyebut sosok Mahmud Ahmad, warga Malaysia, disinyalir menjadi pengganti kelompok militan sebagai pemimpin mereka yang baru.
Pasukan Filipina mengatakan mereka masih memburu Mahmud.
Kepala polisi kontra terorisme Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay menyatakan kepada Reuters Juli lalu, Mahmud berusaha kabur dari Marawi ke tempat aman bersama sejumlah pengikutnya.
Mahmud adalah pria 39 tahun lulusan sekolah agama bergelar doktor dan sekaligus dosen di Kuala Lumpur.
Institut Kebijakan dan Analisis Konflik (IPAC) dalam laporannya Juli lalu menyatakan Mahmud adalah sosok orang kedua setelah Hapilon di kepemimpinan ISIS Asia Tenggara.
"Bukan hanya warga Indonesia dan Malaysia yang berhubungan dengan Dr Mahmud, tapi juga orang Bangladesh di Malaysia yang ingin bergabung dalam pertempuran di Mindanao," kata Direktur IPAC Sidney Jones kepada Reuters. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya