Massa Pro-Pemerintah Serang Demonstran di Sri Lanka, Tentara Dikerahkan

Senin, 9 Mei 2022 18:47 Reporter : Pandasurya Wijaya
Massa Pro-Pemerintah Serang Demonstran di Sri Lanka, Tentara Dikerahkan bentrokan massa pendukung dan anti pemerintah sri lanka. ©Dinuka Liyanawatte/Reuters

Merdeka.com - Tentara dikerahkan ke Ibu Kota Colombo, Sri Lanka, dan jam malam diberlakukan setelah bentrokan antara massa pro-pemerintah dengan demonstran yang menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur.

Laman Aljazeera melaporkan, Senin (9/5), massa anti-pemerintah juga bentrok dengan polisi yang melepaskan tembakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan mereka.

Pejabat berwenang mengatakan sedikitnya 20 orang terluka dalam insiden itu. Pendukung Rajapaksa menyerang demonstran yang berkemah di samping kantor perdana menteri sejak 9 April dengan tongkat dan pemukul baseball, kata kantor berita AFP. Mereka menghancurkan dan membakar tenda-tenda demonstran.

Sri Lanka kini sudah di ambang kebangkrutan akibat utang luar negeri dan krisis ekonomi yang memicu krisis politik. Protes rakyat kian meluas dan parlemen juga tidak mempercayai pemerintah.

Sementara itu serikat dagang menyerukan demo sepanjang pekan ini untuk menekan pemerintah. Aktivis Saman Rathpanriya mengatakan adala lebih dari 1.000 serikat yang mewakili sektor kesehatan, olah raga, pendidikan, dan bidang penting lainnya yang bergabung dalam gerakan "Pekan Demonstrasi" ini.

Rathpanriya mengatakan buruh juga akan menggelar unjuk rasa di tempat kerja mereka di seantero negeri. Di akhir pekan mereka akan menggelar unjuk rasa besar-besaran menuju parlemen untuk menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa dilengserkan dan dibentuk pemerintahan baru.

Selama beberapa bulan terakhir warga Sri Lanka harus mengantre panjang untuk membeli bahan bakar, tabung gas, makanan, dan obat-obatan yang kebanyakan berasal dari impor.

Terbatasnya mata uang tunai juga mempersulit impor bahan baku untuk sektor manufaktur dan memperburuk inflasi yang meningkat 18,7 persen Maret lalu.

Sri Lanka juga harus membayar utang luar negeri senilai USD 7 miliar tahun ini dari USD 25 miliar yang harus dilunasi pada 2026 nanti. Total utang luar negeri Sri Lanka mencapai USD 51 miliar. [pan]

Baca juga:
Aksi Protes Warga Sri Lanka Blokade Jalanan dengan Tabung LPG
Indonesia Kirim Bantuan Obat-Obatan dan Peralatan Medis untuk Sri Lanka
Senjakala Presiden yang Tak Diinginkan Lagi Rakyatnya
Krisis Ekonomi Memburuk, Kabinet Sri Lanka Mengundurkan Diri
Krisis Ekonomi Parah, Sri Lanka Gagal Bayar Utang Rp732 Triliun
Dilanda Banyak Krisis, Demonstrasi Berujung Bentrok Pecah di Sri Lanka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini