Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan aktivis Suriah dan putrinya di Turki ternyata dihabisi kerabat

Mantan aktivis Suriah dan putrinya di Turki ternyata dihabisi kerabat Ahmed Barakat. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Teka-teki pembunuhan jurnalis Halla Barakat (23), dan dan ibunya merupakan mantan pegiat anti Presiden Suriah, Basyar al-Assad, Orouba Barakat (60), terungkap. Pelakunya adalah kemenakan Orouba, Ahmed Barakat, yang berdalih sakit hati.

Dilansir dari laman Al Arabiya, Minggu (8/10), Ahmed ditangkap dua pekan setelah pembunuhan. Dia mengaku Orouba adalah kerabat sang ayah.

Ahmed kini mulai disidang di Pengadilan Istanbul. Ahmed mula-mula bercerita kalau dia terpaksa lari dari Suriah setelah ayah dan kakak tertuanya tewas dalam perang. Dia kabur karena enggan ikut wajib militer dan membantu pasukan rezim Presiden Basyar al-Assad. Dia mengontak sang bibinya Orouba meminta tolong dicarikan pekerjaan. Orouba, kata dia, menyatakan bisa mempekerjakannya di Turki. Maka Ahmed nekat pergi ke Turki sebagai pendatang gelap.

"Lalu saya bekerja dengan Orouba," kata Ahmed.

Hanya saja Ahmed tidak betah bekerja dengan bibinya. Dia memutuskan berhenti dan Orouba berjanji bakal segera membayar gajinya.

Ahmed lantas datang menemui bibinya dan hendak menagih pembayaran gajinya. "Pas saya minta gaji yang dijanjikan, bibi bilang uangnya sudah dikasih ke orang lain dan dia enggak punya duit lagi. Saya langsung marah besar. Dia nampar saya, dan saya dorong dia sampai jatuh," ujar Ahmed.

Saat Ahmed hendak pergi, Orouba lantas mengambil pisau dan mengacungkan ke arahnya. Ahmed lalu merebut pisau itu dan menikam sang bibi berulang kali. Menurut Ahmed, sang anak, Hala, menjerit saat keluar dari kamar mandi dan melihat ibunya bersimbah darah.

"Saya minta dia berhenti menjerit tapi dia tak mau berhenti, terpaksa saya bunuh juga. Pisaunya saya tinggal di dapur dan saya kabur ke wilayah Bursa," ucap Ahmed.

Berbagai dugaan muncul kalau Orouba dan Hala memang sengaja dibunuh oleh orang suruhan rezim Assad. Namun, Ahmed menyangkal tudingan itu.

Orouba dikenal sebagai pegiat vokal menentang kepemimpinan rezim Assad. Dia adalah anggota kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah dan kerap menulis soal penyiksaan dialami oleh para pegiat antipemerintah di dalam penjara. Dia juga dikenal luas di kalangan komunitas Suriah di Turki, dan kerap membantu para pengungsi Suriah secara keuangan. Sayangnya, karena kegiatannya sebagai aktivis, Orouba selalu diburu rezim diktator Assad. Sejak 1980-an, dia dalam pengasingan dan hidup berpindah di Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan terakhir menetap di Turki.

Sedangkan Halla, adalah seorang jurnalis perempuan. Dia sempat menjajal bekerja sebagai reporter di kantor berita Turki, TRT World Service, dan kini menjadi editor di media Dubai, Orient News.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP