Le Pen maju pemilu putaran kedua, protes merebak di Prancis
Merdeka.com - Demonstrasi merebak di seantero Prancis. Protes dipicu kemenangan Marine Le Pen, pemimpin partai sayap kanan Prancis yang berhasil melaju ke putaran kedua pada 7 Mei mendatang.
Para demonstran membakar mobil dan berseteru dengan polisi. Akibatnya, tiga orang ditangkap pada malam pemilu.
Dalam protes, demonstran mengibarkan bendera merah dan menyanyikan yel-yel 'Tidak Ada Marine dan Tidak Ada Macron' dengan kemarahan, setelah hasil hitung pemilihan presiden ronde pertama dikeluarkan.
Seorang pejabat kepolisian menyebutkan tidak ada yang terluka yang dilaporkan saat bentrokan antara polisi dan demonstran di Place de la Bastille.
Sebelumnya, sekitar 300 orang berkumpul dalam protes damai dekat Place de la Republique dengan membawa bendera merah dan menari di sekitar api.
"Sekarang bakar kartu suaramu. Tidak ada Marine dan Tidak ada Macron!" teriak para demonstran, dikutip dari metro.co.uk, Senin (24/4).
Politikus sayap kanan Prancis Marine Le Pen akan berhadapan dengan mantan menteri ekonomi Prancis Emanuel Macron di pemilihan umum putaran kedua. Kedua kandidat ini meraih suara tertinggi dalam pemilu putaran pertama.
Macron unggul dengan perolehan suara sebesar 24 persen dan Le Pen 21,8 persen. Mereka berhasil mengalahkan Francois Fillon dan Jean-Luc Melenchon.
Perdana Menteri Negeri Menara Eiffel Francois Fillon mengakui kekalahannya di putaran pertama pemilu Prancis ini. Dia meminta masyarakat Prancis untuk berdiri di belakang Macron untuk mengalahkan Le Pen. Menurutnya, partai Front Nasional yang dipimpin Le Pen dikenal mendukung kekerasan dan intoleransi.
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya