Kubu Trump Kini Salahkan Obama Atas Banyaknya Korban Pandemi Corona di AS

Rabu, 13 Mei 2020 11:51 Reporter : Iqbal Fadil
Kubu Trump Kini Salahkan Obama Atas Banyaknya Korban Pandemi Corona di AS obama temui neneknya di kenya. ©2018 REUTERS/Thomas Mukoya

Merdeka.com - Sebanyak 1,4 juta orang terinfeksi dan lebih dari 83 ribu kematian akibat wabah virus corona di Amerika Serikat membuat pemerintahan Presiden Donald Trump mendapat kritikan keras. Trump dinilai telah gagal mengambil langkah-langkah pencegahan.

Namun, kubu Trump yang kini sedang mempersiapkan diri berkampanye menghadapi Pilpres AS akhir tahun ini, mengalihkan kegagalan itu kepada presiden sebelumnya, Barack Obama.

Dalam dialog dengan menantu perempuan Trump, Lara Trump, yang disiarkan langsung oleh tim kampanye Trump pada Senin malam, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan bahwa tim Obama, yang keluar dari kantor lebih dari tiga tahun lalu, "Tidak mewariskan kepada pemerintahan Trump semacam panduan atau strategi untuk menghadapi hal semacam ini," ujarnya seperti dikutip Yahoo News, Rabu (13/5).

McConnell juga mengatakan Obama "tidak berkelas" karena mengkritik langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintahan Trump menangani wabah corona, dengan mengatakan bahwa Obama "seharusnya tutup mulut."

Dalam sebuah rekaman audio panggilan dengan mantan anggota pemerintahannya pekan lalu yang diperoleh oleh Yahoo News, Obama mengatakan bahwa penanganan pandemi yang dilakukan pemerintahan Trump adalah "kekacauan mutlak."

"Anda tahu, kami tahu dia (Obama) tidak suka pemerintahan ini, itu bisa dimengerti," McConnell menambahkan.

"Tapi saya pikir itu agak 'tidak berkelas', terus terang, untuk mengkritik suatu pemerintahan setelah Anda. Padahal, Anda (Obama) sudah mencobanya, Anda berada di sana selama delapan tahun." cetus McConnell.

2 dari 3 halaman

Buku Panduan Obama

Tudingan McConnell itu ramai-ramai dibantah mantan pejabat di era pemerintahan Obama. Media Politico melaporkan pada bulan Maret bahwa Dewan Keamanan Nasional Obama meninggalkan para penggantinya sebuah dokumen berjudul "Buku Panduan untuk Respon Awal terhadap Konsekuensi Tinggi Muncul Ancaman Penyakit Menular dan Insiden Biologis."

Ini memperingatkan masalah potensial seperti kekurangan peralatan perlindungan pribadi yang telah mengganggu respon bangsa. Namun, pemerintahan Trump telah lalai untuk mengimplementasikan rekomendasi itu.

"Kami benar-benar meninggalkan mereka 69-halaman Pandemi Playbook .... yang mereka abaikan," cuit Ron Klain, pejabat yang mengawasi respons terhadap wabah Ebola di bawah Obama dan sekarang menjadi penasihat capres Demokrat.

"Dan sebuah kantor bernama Kantor Kesiapsiagaan Pandemi ... yang mereka hapus. Dan sistem pemantauan global yang disebut PREDICT .. bahwa mereka memotong (anggaran) 75 persen," kata Klain lagi.

Sementara mantan penasihat Obama, Ben Rhodes juga menegaskan pemerintahan sebelumnya telah meninggalkan panduan untuk pemerintahan Trump.

"Masalah yang menjengkelkan adalah Obama meninggalkan mereka kantor White House untuk pandemi, buku pedoman literal, latihan tingkat kabinet, dan infrastruktur global untuk menangani 'sesuatu seperti ini,'" cuit Rhodes.

3 dari 3 halaman

Obamagate

Presiden Trump sendiri dalam cuitannya di Twitter pekan lalu, berkali-kali menuduh Obama telah melakukan "Kejahatan politik terbesar dalam sejarah Amerika, sejauh ini!"

Dia membuat banyak tulisan untuk "Obamagate," tanpa menjelaskan skandal apa yang telah dilakukan Obama.

Dalam briefing harian wabah corona di Gedung Putih Senin lalu, Trump terus mengungkap "Obamagate", lagi-lagi tanpa menyebutkan "kejahatan politik" yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Saat Ditanya secara khusus oleh seorang reporter, Trump menjawab, "Obamagate sudah berlangsung lama. Itu sudah terjadi sebelum saya terpilih. Dan itu memalukan bahwa itu terjadi. Dan jika Anda melihat apa yang terjadi, dan jika Anda melihat, sekarang, semua informasi ini dirilis - dan dari apa yang saya pahami, itu hanya permulaan - beberapa hal buruk terjadi, dan seharusnya tidak boleh dibiarkan terjadi di negara kita lagi."

"Apa sebenarnya kejahatan yang Anda tuduhkan padanya?" tanya salah satu reporter kepada Trump.

"Anda tahu apa kejahatan itu," kata Trump, setelah banyak wartawan menjelaskan bahwa mereka tidak tahu apa kejahatan itu.

"Kejahatan itu sangat jelas bagi semua orang," cetus Trump tanpa menjelaskan tudingan yang dimaksud.

Baca juga:
Lawan Perintah Lockdown, Bos Tesla Elon Musk Siap Ditangkap karena Operasikan Pabrik
Perawat di New York Curi Kartu Kredit Pasien Covid-19 untuk Beli Gas dan Makanan
Rekor Terburuk, 20,5 Juta Warga AS Jadi Pengangguran karena Pandemi Corona
CEK FAKTA: Disinformasi Peneliti di AS Dibunuh Karena Riset Soal Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini