Kubu pro dan antipemerintah Iran pakai media sosial untuk galang massa unjuk rasa

Kamis, 4 Januari 2018 13:38 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kubu pro dan antipemerintah Iran pakai media sosial untuk galang massa unjuk rasa Demo massa pro-pemerintah Iran. ©2018 Tasnim News Agency/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Pengamat Iran asal Israel Thamar Eilam Gindin dari Universitas Haifa dan Shalem Center mengatakan media sosial cukup berperan dalam demo antipemerintah di Iran yang terjadi sepekan terakhir.

Pemerintah kini juga berupaya menggunakan media sosial buat kepentingan mereka. Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutus jaringan Internet untuk mencegah kian meluasnya unjuk rasa.

Dilansir laman the Jerusalem Post, Kamis (4/1), dalam penjelasannya yang digelar di Media Central, Gindin mengungkapkan demonstrasi memenuhi berbagai pesan beredar di media sosial di Iran dan mencantumkan kapan dan di mana unjuk rasa akan berlangsung di sejumlah kota.

Menurut Gindin, meski berbagai demo itu skalanya masih kecil namun sudah menyebar ke sedikitnya 100 kota dan itu berkat media sosial. Lewat media sosial dunia juga mengetahui perkembangan yang terjadi di Iran.

Pemerintah, kata Gindin, kini juga memakai media sosial untuk menangkap unjuk rasa.

"Yang jadi masalah di media sosial adalah kita tidak tahu siapa yang berbohong. Berita palsu bertebaran di mana-mana. Saya mengikuti akun-akun baik yang pro maupun antipemerintah," kata Gindin.

Kedua kubu juga saling serang di media sosial dan saling tuding soal tewasnya bocah laki-laki berusia 13 tahun.

Selanjutnya Gindin membeberkan soal efektif tidaknya pemblokiran media sosial yang dilakukan pemerintah Iran.

Sejumlah laporan kepada dia mengatakan pemerintah memakai teknologi untuk memperlambat, mencegah dan menyeleksi berbagai informasi dari pengguna di media sosial. Hanya segelintir orang yang punya kemampuan teknis untuk meretas atau membobol pemblokiran dari pemerintah.

Namun Gindin menyimpulkan, semua laporan tentang pemblokiran dari pemerintah terhadap media sosial itu tidak merata di semua tempat, kemungkinan hanya di sejumlah lokasi tertentu dan ada kemungkinan terlalu dibesar-besarkan. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Media Sosial
  2. Iran
  3. Demo Iran
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini