Kritik Putin, mantan politikus Rusia ditembak mati di jalanan
Merdeka.com - Berani kritik Presiden Rusia Vladimir Putin, maka nyawa akan menjadi jaminannya. Hal itulah yang dialami mantan politikus Denis Voronenkov (45), perjalanan hidupnya berakhir di tangan agen rahasia orang nomor satu di negeri Beruang Merah itu.
Dilansir mirror.co.uk, Kamis (23/3), pembunuhan ini berlangsung dekat sebuah hotel di Kiev, Ukraina. Voronenkov berada di negara itu setelah merasa nyawanya sedang diincar oleh para pembunuh Putin.
Pelariannya itu mendapatkan perlindungan dari pemerintah Ukraina, bahkan memberikannya hak kewarganegaraan. Sayangnya, tempat persembunyiannya berhasil terendus dan dia pun tewas di tengah keramaian.
"Denis Voronenkov ditembak oleh lelaki bersenjata dekat hotel di ibu kota Ukraina," ungkap kepala polisi Kiev, Andriy Kryshchenko.
Pembunuhan itu terjadi di siang bolong, atau sekitar pukul 10.00 GMT. Bahkan pengawalnya ikut terluka ndalam kejadian itu.
Voronenkov melarikan ke Ukraina saat musim gugur tahun lalu setelah mengritik keras Putin. Pelarian itu dia lakukan bersama sang istri yang juga seorang penyanyi, Maria Maksakova.
Saat di negerinya, Voronenkov merupakan anggota fraksi komunis di DPR Rusia. Dia mengaku diburu agen rahasia Rusia atas kata-katanya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya