Korut Kecam Keras AS karena Dituduh Jual Senjata ke Rusia

Kamis, 22 September 2022 18:17 Reporter : Merdeka
Korut Kecam Keras AS karena Dituduh Jual Senjata ke Rusia Kim Jong Un dan Vladimir Putin di 2019. ©Korean Central News Agency via Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Korea Utara membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka menjual senjata kepada Rusia.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita KCNA kemarin, seorang pejabat pertahanan Korea Utara yang tak menyebut nama mengungkapkan AS berupaya menyebar rumor penjualan senjata Korea Utara kepada Rusia.

Pejabat itu mengatakan agar AS berhenti membuat “pernyataan sembrono” dan lebih baik “tutup mulut.” Pejabat itu juga menyatakan Korea Utara memiliki hak untuk mengekspor dan mengimpor peralatan militer sebab Pyongyang tidak pernah mengakui sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Bagi pejabat itu, sanksi itu adalah “pelanggaran hukum” yang “dibuat AS dan pasukan bawahannya.”

“Kami mengutuk keras dan dengan tegas memperingatkan AS atas penyebaran retorika anti-DPRK (Korea Utara) semacam itu,” jelasnya seperti dikutip Aljazeera, Kamis (22/9).

“Kami belum pernah mengekspor senjata atau amunisi ke Rusia sebelumnya dan kami tidak akan berencana untuk mengekspornya,” lanjut dia.

Rusia pun juga membantah tuduhan itu, dan meminta AS untuk memberikan bukti-buktinya.

Bagi Korea Utara, AS adalah penyebab utama perang Rusia – Ukraina. Dalam pandangannya, Rusia berhak menyerang Ukraina sebab dia harus mempertahankan diri dari kekuasaan Barat.

Sejak perang mulai, hubungan Rusia dan Korea – Utara pun semakin dekat. Korea Utara mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Kim Jong-un juga menulis surat dukungan ke Presiden Putin. Maka itu Korea Utara melihat rumor AS hanya dapat merusak hubungan Korea Utara dengan Rusia.

Sebelumnya, bantahan Korea Utara datang dari tuduhan pejabat AS.

Verdant Patel, juru bicara Kementerian Dalam Negeri AS menyatakan “Rusia sedang dalam proses membeli jutaan roket dan peluru artileri dari Korea Utara untuk digunakan di Ukraina.”

Gedung Putih juga menyatakan Rusia “mungkin” membeli senjata dari Korea Utara. Namun pembelian ini belum dapat dipastikan.

“Tidak ada indikasi pembelian telah selesai dan tentu saja tidak ada indikasi senjata tersebut digunakan di Ukraina,” ujar John Kirby, juru bicara Keamanan Nasional AS.

Sebelumnya, laporan intelijen AS mengungkapkan Rusia pernah membeli jutaan peluru artileri dan roket dari Korea Utara. Namun laporan itu tidak dijelaskan secara rinci.

Bukan kali ini saja AS menuduh Rusia mendapat senjata dari negara lain. AS pernah menuduh Rusia mendapat senjata dari Iran. Namun tuduhan AS disangkal pemerintah Iran.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Menguak Sosok Perempuan Misterius di Lingkaran Kim Jong Un yang Jadi Buah Bibir
Korea Utara Izinkan Penggunaan Senjata Nuklir untuk Serang Negara Lain
Korut Ingin Ciptakan "Negeri Dongeng Sosialis"
Peristiwa 9 September 1948: Awal Mula Berdirinya Korea Utara
Intelijen AS: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Peluru dari Korea Utara
Koran Korea Utara Ungkap Bagaimana Kim Jong-un Bisa Tertular Covid-19
Korea Utara: Kasus Demam Baru Bukan Covid, Tapi Influenza
Korea Utara Kembali Laporkan Kasus Covid Setelah Klaim Menang Lawan Pandemi
Sudah Menang Lawan Covid-19, Mengapa Korut Masih Impor 1 Juta Masker dari China?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini