Korut desak Korsel dan AS akhiri latihan gabungan militer

Sabtu, 13 Januari 2018 14:59 Reporter : Ira Astiana
kim jong un. ©2015 REUTERS/KCNA

Merdeka.com - Media pemerintah Korea Utara mendesak agar latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat dihentikan sepenuhnya, menyusul pertemuan antara Korut-Korsel yang dilakukan untuk merundingkan permasalahan kawasan.

"Korea Selatan harus menghentikan latihan militer tahunan dengan AS secara permanen," demikian pernyataan media berita Korut, Uriminzokkiri, dikutip dari laman Straits Times, Sabtu (13/1).

"Presiden Korsel Moon Jae-in dan mitranya Presiden Donald Trump sepakat untuk menunda sementara latihan gabungannya hanya sampai Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang berakhir bulan depan. Namun, perundingan antar-Korea akan percuma apabila latihan perang tidak berhenti," lanjut pernyataan itu.

Uriminzokkiri juga menyatakan bahwa latihan tersebut hanya akan membawa bencana dan kemalangan bagi rakyat Korut.

Meski pihak berwenang Korut dan delegasi yang turut hadir dalam perundingan antar-Korea belum memberi keterangan lebih lanjut, namun pernyataan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pihak. Banyak yang menilai Korut tidak akan membuat perubahan terhadap program nuklirnya tanpa keputusan yang pasti tentang pengentian secara permanen latihan militer itu.

Untuk saat ini, Korsel dan AS masih belum melakukan perundingan militer dalam tingkat lebih tinggi karena masih fokus terhadap partisipasi Korut di olimpiade. Sebab, Korut telah membenarkan akan mengirim atlet, regu pemandu sorak, tim Taekwondo dan beberapa pengamat. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.