Komandan Militer Iran Akui Ingin Mati Saat Dapat Informasi Jatuhnya Pesawat Ukraina

Minggu, 12 Januari 2020 16:14 Reporter : Hari Ariyanti
Komandan Militer Iran Akui Ingin Mati Saat Dapat Informasi Jatuhnya Pesawat Ukraina Amir Ali Hajizadeh. ©Tehran Times

Merdeka.com - Pemerintah Iran akhirnya mengakui jatuhnya pesawat penumpang maskapai Ukraina pada Rabu karena tak sengaja ditembak rudal. Militer mengira pesawat tersebut adalah pesawat musuh.

Pesawat tersebut jatuh beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), Qassim Sulaimani. Pesawat jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Kiev, Ukraina.

IRGC pada Sabtu menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Iran dan mengaku bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut. Pesawat tersebut membawa 176 orang termasuk penumpang dan awak kabin.

Komandan Senior IRGC, Amir Ali Hajizadeh menyampaikan, dia menginformasikan pihak berwenang Iran pada Rabu tentang serangan yang tak disengaja. Kemudian muncul pertanyaan kenapa para pejabat sempat membantahnya selama berhari-hari.

Berbicara di televisi pemerintah, Hajizadeh mengaku ingin mati ketika mendengar kabar kecelakaan tersebut. Demikian dilansir dari Aljazeera, Minggu (12/1).

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menulis di Twitter bahwa "kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana", mengutip penyelidikan awal angkatan bersenjata atas kecelakaan itu.

1 dari 1 halaman

Sebuah pernyataan militer mengatakan pesawat itu terbang dekat ke situs IRGC yang sensitif pada saat siaga tinggi.

Namun Ukraina mengatakan pesawat terbang di dalam koridor normal. Organisasi Penerbangan Sipil Iran juga mengatakan pesawat Ukraine International Airlines itu tidak keluar dari jalur normal.

Pihak maskapai mengatakan Iran harus menutup bandaranya, menambahkan bahwa mereka tidak menerima indikasi sedang menghadapi ancaman dan diizinkan untuk lepas landas.

Kecelakaan tersebut kembali mengingatkan atas insiden pada 1988, ketika sebuah kapal perang AS menembak jatuh sebuah pesawat Iran, menewaskan 290 orang. Sementara Washington mengklaim itu kecelakaan, Teheran mengatakan itu disengaja. [pan]

Baca juga:
Unjuk Rasa di Iran Desak Ali Khamenei Mundur Setelah Akui Tembak Pesawat Ukraina
Amerika Serikat Ternyata Gagal Bunuh Komandan Pasukan Khusus Iran
Berkicau Dalam Bahasa Persia, Donald Trump Akui Terinspirasi Keberanian Rakyat Iran
ISIS Puji AS Karena Bunuh Qassim Sulaimani dan Menyebutnya Sebagai 'Tindakan Tuhan'
Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini