Kampanye Pemilu Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri, 48 Orang Tewas

Rabu, 18 September 2019 11:18 Reporter : Merdeka
Kampanye Pemilu Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri, 48 Orang Tewas bom di kampanye pemilu afghanistan. ©Omar Sobhani/Reuters

Merdeka.com - Serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Kabul, Afghanistan kemarin menewaskan 48 orang dan melukai puluhan lainnya.

Ledakan tersebut terjadi di dekat lokasi rapat umum kampanye pemilihan presiden yang juga dihadiri oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Namun menurut informasi seorang ajudan, Ghani tidak terluka.

Ghani dijadwalkan berpidato di kampanye Charikar, Ibu Kota Provinsi Parwan, di utara Kabul, ketika serangan bom bunuh diri itu terjadi.

"Perempuan dan anak-anak ada di antara mereka dan sebagian besar korban tampaknya adalah warga sipil. Ambulans masih beroperasi, dan jumlah korban mungkin meningkat," kata Kepala Rumah Sakit Provinsi Parwan, Abdul Qasim Sangin, seperti dikutip dari Khaleej Times, Selasa (18/9).

Pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh seorang pengebom bunuh diri dan kelompok militan Taliban mengklaim serangan itu.

Para komandan Taliban telah bersumpah untuk mengintensifkan bentrokan dengan pasukan Afghanistan dan asing untuk mencegah orang-orang memilih dalam pemilihan presiden pada 28 September mendatang, ketika Ghani akan mencalonkan diri untuk masa jabatan lima tahun kedua.

Keamanan diperketat di seluruh negeri setelah insiden ini.

Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Taliban gagal mencapai kesepakatan pekan lalu. Kedua pihak telah berusaha untuk mencapai kesepakatan tentang penarikan ribuan tentara Amerika dari Afghanistan, dengan imbalan jaminan keamanan dari para pemberontak.

Pembicaraan dimaksudkan sebagai awal untuk negosiasi damai yang lebih luas mengakhiri perang yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun di Afghanistan.

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com

Reporter magang: Ellen RiVeren

Baca juga:false
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Afghanistan Tuding Taliban Diperintah Qatar untuk Bunuh Warga
Perempuan Afghanistan Menatap Suram Masa Depan di Bawah Taliban
Trump Batalkan Diskusi Perdamaian dengan Taliban
Negara-Negara Dinilai Berbahaya Bagi Wisatawan
Tinggalkan Afghanistan, Enam Tahun Hidup Ali Tanpa Kepastian [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini