Jutaan warga Yaman terancam kelaparan akibat blokade koalisi Arab Saudi
Merdeka.com - Aksi blokade dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman menimbulkan masalah baru. Setelah diliputi perang, penduduk Yaman kini terancam kelaparan karena pengiriman bantuan pangan terhenti.
Dilansir dari laman AFP, Kamis (9/11), Yaman adalah negara paling miskin di Jazirah Arab. Mereka sangat bergantung dari impor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Sekitar 17 juta penduduk Yaman sangat membutuhkan makanan, tujuh juta di antaranya bahkan terancam kelaparan. Wabah kolera yang merebak sudah merenggut 2 ribu nyawa.
Pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi melakukan blokade jalur laut, darat, dan udara ke Yaman sebagai balasan atas serangan roket pada Minggu pekan lalu dilakukan pemberontak Huthi, diarahkan ke bandara di Ibu Kota Riyadh. Namun, keputusan itu justru membikin situasi semakin parah.
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock, menyatakan sudah memperingatkan jika Arab Saudi terus melakukan blokade maka dia yakin di Yaman bakal terjadi bencana kelaparan terbesar di dunia. Dia meminta pasukan koalisi membuka akses jalur laut dan udara, supaya lembaga dan relawan kemanusiaan bisa mengirim bantuan.
"Situasi di Yaman sangat mengkhawatirkan. Yang paling penting adalah sejumlah pelabuhan dan bandara di Yaman harus tetap berfungsi," kata Duta Besar Italia untuk PBB, Sebastiano Cardi, yang memimpin rapat soal krisis kemanusiaan di Yaman, alam Dewan Keamanan PBB.
Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan sudah membujuk Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil al-Jubair, supaya mempertimbangkan pembukaan kembali pelabuhan dan bandara di Yaman.
"Yang harus dilakukan adalah mengurangi blokade, bukan menambahnya," kata Lowcock.
Lembaga bantuan PBB dan lainnya mengatakan, akibat penutupan perbatasan dan akses ke pelabuhan serta bandara membuat harga pangan dan barang melejit. Lembaga nirlaba dari Prancis, Doctors Without Borders (MSF), mengatakan kalau pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menolak permohonan mereka buat datang ke Yaman. Alhasil, mereka kesulitan mengirim tenaga medis membantu penduduk Yaman yang sakit. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya