Junta Myanmar Eksekusi Empat Tahanan, Termasuk Aktivis Demokrasi

Senin, 25 Juli 2022 11:33 Reporter : Pandasurya Wijaya
Junta Myanmar Eksekusi Empat Tahanan, Termasuk Aktivis Demokrasi Myanmar unjuk kekuatan militer di Hari Angkatan Bersenjata. ©REUTERS

Merdeka.com - Junta Militer Myanmar mengeksekusi empat tahanan, termasuk tokoh mantan anggota parlemen dari partai Aung San Suu Kyi. Demikian dilaporkan media pemerintah. Hukuman mati ini kembali dilakukan setelah berpuluh tahun.

Phyo Zeya Thaw, mantan anggota partai Loga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang ditangkap November lalu dihukum mati Januari karena dianggap melanggar undang-undang anti-terorisme. Aktivis terkemuka Kyaw Min Yu yang dikenal dengan nama "Jimmy" juga mendapat hukuman yang sama dari pengadilan militer.

Dua tahanan lainnya dihukum mati karena membunuh seorang perempuan yang diduga adalah informan bagi junta di Yangon.

Koran pemerintah Global New Light of Myanmar mengatakan keempat orang itu dieksekusi karena "melakukan tindakan teror yang brutal dan tidak manusiawi." Koran itu melaporkan, eksekusi dilakukan melalui "prosedur penjara" tanpa mengatakan kapan dan bagaimana keempat orang itu dieksekusi.

Junta selama ini sudah menghukum mati sejumlah aktivis yang melawan kudeta tahun lalu tapi selama berpuluh tahun Myanmar tidak mengeksekusi tahanan.

Junta menuai kecaman internasional ketika bulan lalu mengumumkan rencana mengeksekusi tahanan.

2 dari 2 halaman

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengecam keputusan junta kala itu dengan mengatakan rencana itu "pelanggaran terang-terangan terhadap hak hidup, kebebasan, dan keamanan individu".

Phyo Zeya Thaw dituduh menjadi dalang dari sejumlah serangan kepada rezim aparat, termasuk serangan senjata di kereta komuter di Yangon Agustus lalu yang menewaskan lima polisi. Dia dikenal sebagai sosok perintis hip-hop yang lirik-liriknya kerap membuat geram junta sebelumnya. Thwa juga pernah dipenjara pada 2008 karena menjadi anggota kelompok organisasi terlarang dan memiliki mata uang asing.

Dia terpilih jadi anggota parlemen untuk partai NLD pada pemilu 2015 dan kala itu menjadi masa transisi pemerintahan dari militer ke sipil.

Pihak militer kemudian menuding terjadi kecurangan pemilu pada 2020 yang membuat NLD menang besar sehingga itu menjadi alasan junta untuk melakukan kudeta pada 1 Februari tahun lalu.

Aung San Suu Kyi hingga kini masih berada dalam tahanan dengan sejumlah dakwaan. Dia teracam dipenjara hingga 150 tahun. [pan]

Baca juga:
Nasib Junta Militer Myanmar, Perang Saudara yang Tak Bisa Dimenangkan
Amnesty: Penggunaan Ranjau Darat oleh Militer Myanmar Sama dengan Kejahatan Perang
Pemberontak Myanmar Klaim Bunuh dan Tangkap Tentara Junta
Pemimpin Junta Myanmar Kunjungi Rusia, Bawa Misi Khusus
Junta Myanmar Kian Otoriter, Kota-Kota Dipasangi CCTV Pengenal Wajah Buat Awasi Warga
China Minta Junta Myanmar Berunding dengan Oposisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini