Jadi presiden Singapura, Halimah Yacob tolak tinggal di Istana Negara

Rabu, 13 September 2017 19:01 Reporter : Ira Astiana
Halimah Yacob. ©REUTERS/Edgar Su

Merdeka.com - Presiden Singapura baru dilantik Halimah Yacob tidak hanya menjadi presiden wanita pertama di Negeri Singa, tetapi juga akan menjadi orang pertama yang tetap tinggal di flat lamanya selama menjabat.

Setelah resmi dinyatakan sebagai presiden, Halimah mengaku dia tidak memiliki rencana untuk pindah dari rumah lamanya di Yishun. Hal itu diungkapkannya saat ditanya wartawan akankah dia pindah ke Istana Negara setelah proses pelantikan.

"Saya masih tinggal di Yishun. Rumah itu adalah tempat sangat bagus dan nyaman untuk ditinggali. Saya sudah di sana selama bertahun-tahun," ungkapnya, seperti dilansir dari laman Straits Times, Rabu (13/9).

rumah halimah di yishun ┬ęStraits Times



Suami Halimah, Mohamed Abdullah Alhabshee, juga membenarkan keputusan untuk tidak pindah sebab rumahnya yang sekarang sudah cukup besar. Selain itu, Halimah juga mengaku bisa tetap hidup sehat di flat sebab dia akan menggunakan tangga sebagai akses menuju flatnya.

"Tinggal di flat itu membantu saya untuk tetap sehat karena saya akan naik-turun tangga ke lantai enam, bukan memakai lift," akunya.

Bicara soal keamanan, Halimah yakin, pasukan pengaman presiden pasti memiliki strategi khusus untuk melindunginya jika tetap tinggal di flat tersebut.

"Saya akan menyerahkan keamanan kepada ahlinya. Saya pikir mereka tahu bagaimana cara mengamankan daerah itu," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini Halimah menempati flat besar dengan beberapa kamar di dalamnya di wilayah Yishun. Dia sudah tinggal bersama keluarganya selama lebih dari 30 tahun di sana. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Singapura
  2. Halimah Yacob
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.