Irak berharap Kota Mosul bisa direbut dari ISIS saat Idul Fitri
Merdeka.com - Pada hari ke-26 Ramadan, pasukan Irak terus merangsek ke pusat Kota Tua Mosul. Mereka berjanji bakal merebut seluruh kota dari tangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Idul Fitri tahun ini.
Dilansir dari laman Reuters, Rabu (21/6), Pasukan Anti Teror Irak (CTS) menyatakan berada sekitar 200 meter hingga 300 meter di dekat Masjid Raya al-Nuri, Mosul. Di tempat itulah Abu Bakar al-Baghdadi mendeklarasikan ISIS tiga tahun lalu.
Menurut Wakil Komandan Pasukan Koalisi, Mayjen. Rupert Jones, posisi mereka sudah sangat dekat dengan 'Ibu Kota' ISIS. Dia menyatakan terus menekan ISIS dengan serangan darat dan udara. Nampak dari kejauhan bendera ISIS masih terpasang di menara masjid itu.
Taktik mereka gunakan adalah terus menggempur lokasi itu dari berbagai arah dengan harapan milisi ISIS mundur dan terbagi dalam beberapa kelompok kecil, sehingga lebih mudah buat dilumpuhkan. Sebagian memilih mundur ke wilayah Suriah, tetapi mesti berhadapan dengan pasukan Kurdi dibantu Amerika Serikat. 'Ibu Kota' kedua ISIS, Raqqah, juga dikepung dari berbagai lini.
Meski demikian, anggota ISIS tidak menyerah dan mempertahankan posisi tempur mereka dengan memanfaatkan gang-gang dan jalan-jalan sempit. Mereka juga menggali terowongan di antara rumah-rumah. Perlawanan terhadap pasukan koalisi juga sengit dengan memanfaatkan penembak jitu, mortir, perangkap bom, dan bom bunuh diri.
Strategi lainnya adalah membentangkan kain-kain di jalanan buat menyulitkan pengintaian dari udara. Hal itu juga membikin para serdadu kesulitan karena tidak bisa memperkirakan posisi musuh dan warga sipil karena pandangan mereka terhalang kain.
Yang patut menjadi perhatian adalah nasib warga sipil yang masih terperangkap di tengah-tengah medan perang. Jumlahnya diperkirakan mencapai seratus ribu orang, terdiri dari orang anak-anak hingga lansia. Rumah mereka sudah mengalami kerusakan parah akibat perang, ditambah persediaan makanan yang menipis, serta ketiadaan air, listrik, obat-obatan, hingga kesulitan menuju fasilitas pengobatan terdekat.
"Kami berusaha menjaga para warga sipil tetap di dalam rumah mereka. Setelah kami mengamankan kawasan itu, mereka akan dipindahkan melalui jalur yang aman," kata Komandan Senior CTS, Letjen. Abdul Ghani al-Assadi.
Sekitar 850 ribu warga sipil, lebih dari sepertiga populasi di Mosul sebelum pecah pertempuran memilih mengungsi ke kerabat atau kamp pengungsian. Irak mulanya menargetkan bisa merebut Kota Mosul pada akhir 2016. Namun, perlawanan ISIS sulit dipatahkan hingga saat ini. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya