Inspiratif, Kisah Wanita Muslim India Besarkan Tiga Anak Hindu Diangkat Jadi Film
Merdeka.com - Sebuah film baru tentang seorang wanita muslim dari negara bagian Kerala, India, menarik perhatian publik.
Film tersebut berjudul "Ennu Swantham Sreedharan". Diangkat dari kisah nyata, film ini tentang kehidupan seorang wanita muslim yang membesarkan tiga anak beragama Hindu.
Wanita muslim tersebut bernama Thennadan Subaida. Ia mempunyai dua orang anak kandung bernama Jafferkhan dan Shanawas, serta tiga anak beragama hindu yang diadopsinya.
Anak-anak tersebut adalah Sreedharan dan dua kakak perempuannya, Ramani dan Leela.
Ibu dari tiga bersaudara ini meninggal saat melahirkan adik ke-4 mereka. Sreedharan dan kakak-kakaknya kemudian diadopsi oleh Subaida yang merupakan majikan ibu mereka.
Subaida mengadopsi ketiga anak ini atas izin dari ayah mereka karena dilaporkan tidak mampu merawat. Ia merawat "lima" anak-anaknya bersama suaminya Aziz Haji.
Kasta dan agama tidak penting
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKehidupan keluarga mereka awalnya biasa saja sampai kematian Subaida pada 2019. Sreedharan kemudian menuliskan belasungkawanya di Facebook dengan menyebut Subaida, ibunya, dengan panggilan "umma".
Unggahanya kemudian menarik perhatian orang dengan pertanyaan "mengapa seorang pria Hindu memanggil ibunya umma?" , "siapa kamu, Hindu atau muslim?", dan pertanyaan bernada tidak menyenangkan lainnya.
Sreedharan menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan bahwa identitasnya sebagai Hindu tidak penting dengan cara ia memanggil ibu angkatnya dengan "umma".
"Itu menyakitkan bagi saya. Orang tua saya selalu mengajarkan kami bahwa kasta dan agama tidak penting," ujar Sreedharan.
Ia menegaskan jika Subaidan dan suaminya tidak pernah meminta anak angkatnya untuk masuk Islam.
Humanisme
Leela, kakak Sreedharan juga menambahkan, ibu angkat mereka akan membawa mereka ke kuil kapanpun saat diminta. Ibu mereka juga akan membantu orang tanpa memandang kasta, kelas, atau agama mereka.
Kisah toleransi Subaida yang tinggi ini kemudian diangkat ke dalam film. Kisahnya menjadi pengingat tentang kemenangan umat manusia atas perbedaan agama di tengah ketidakharmonisan antar kelompok agama di India.
Sutradara film tersebut, Paravoor, mengatakan ia terinspirasi dari unggahan Facebook Sreedharan tentang Subaida dan memutuskan untuk mengangkatnya menjadi sebuah film.
"Ada begitu banyak humanisme dalam cerita ini yang perlu diketahui masyarakat," ungkap Paravoor.
Film tersebut telah diputar secara khusus di sebuah teater di Kerala pada 9 Januari silam dan sedang mengumpulkan dana untuk perilisan komersialnya.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya