Ini Penyebab Pencari Suaka Belum Bisa Meninggalkan Indonesia

Rabu, 4 September 2019 19:29 Reporter : Merdeka
Ini Penyebab Pencari Suaka Belum Bisa Meninggalkan Indonesia Pengungsi pencari suaka. ©2019 Merdeka.com/Paquita

Merdeka.com - Para pengungsi atau pencari suaka yang ada di Indonesia punya harapan untuk sampai ke negara tujuan sesegera mungkin. Namun menurut Badan PBB urusan pengungsi, UNHCR, hal itu tergantung dari situasi dan kondisi yang melibatkan para pengungsi itu sendiri.

Mitra Salima, Associate External Relations/Public Information Officer UNHCR mengungkapkan, proses pencari suaka untuk bisa diterima di negara tujuan harus melalui jalan panjang tapi diharapkan hal ini dapat mendorong negara-negara penerima suaka untuk memberikan penempatan dalam waktu yang lebih cepat.

Keputusan tetap berada di negara ketiga yang jadi tujuan pencari suaka, contohnya Amerika dan Australia yang sedang melakukan pembatasan dalam penerimaan pengungsi.

"Di situlah letak mereka tidak bisa cepat-cepat diberangkatkan dan mungkin harus menunggu beberapa tahun di Indonesia," kata Mitra Salima Suyono ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (4/9).

Menurut Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI Achsanul Habib, selain keputusan berada di negara penerima, faktor lain yang menyebabkan para pencari suaka masih berada di Indonesia adalah mereka sudah terlalu nyaman berada di sini.

Mereka jadi melupakan tujuan utamanya dan memilih menetap. "Di tengah-tengah jalan mereka sudah nyaman nih, dan akhirnya memilih menetap. Ini yang jadi dilema sebagai negara transit," ujar Habib saat berbicara dalam forum Masalah Penanganan Pengungsi dan Para Pencari Suaka di Jakarta, April tahun lalu.

Indonesia telah menandatangani hukum soal pengungsi melalui Peraturan Presiden nomor 125 tahun 2016 yang baru ditandatangani pada Desember 2017. Untuk membantu pengungsi yang terlantar di lautan internasional.

"Banyak pengungsi menyasar negara-negara yang pemeluknya beragama Islam, seperti Bangladesh dan di Asia Tenggara sendiri yakni Indonesia dan Malaysia. Tapi Indonesia sejauh ini komitmen dalam menerima semua pengungsi tidak berdasarkan suku, agama atau pun ras mereka," kata dia.

Namun ada prioritas utama yang menjadi pertimbangan Indonesia, seperti diatur dalam Perpres dalam kerangka norma dan nilai-nilai universal, yakni kelompok-kelompok yang paling rawan, yaitu ibu hamil, anak-anak, orang tua dan kaum disabilitas.

Pemerintah Indonesia bersedia membantu mereka dan membawa mereka ke tempat aman, seperti di Aceh dan Sumatera Utara.

Tapi sebagai negara bukan pihak konvensi 1951 dan protokolnya 1967, seluruh mekanisme formal bagi pengungsi, mulai dari registrasi proses pemberian status pengungsi, pemenuhan kebutuhan mendasar hingga penempatan ke negara ketiga atau pemulangan sukarela, berada di bawah wewenang UNHCR.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini