India Geger Setelah Perempuan Disabilitas Dianiaya karena Ingatkan Teman Pakai Masker

Kamis, 2 Juli 2020 18:07 Reporter : Hari Ariyanti
India Geger Setelah Perempuan Disabilitas Dianiaya karena Ingatkan Teman Pakai Masker Antrean Naik Bus di India. ©2020 AFP/INDRANIL MUKHERJEE

Merdeka.com - Seorang pegawai pemerintah daerah di India ditangkap setelah rekaman menunjukkan dia secara brutal menyerang seorang rekan kerja perempuan, setelah diingatkan untuk memakai masker.

Bhaskar Rao, seorang wakil manajer pariwisata di negara bagian Andhra Pradesh, terlihat berjalan melintasi kantor hotel pada Sabtu, merenggut rambut Cherukuri Usharani (43) - yang dilaporkan media lokal seorang disabilitas - dan melemparkannya ke lantai.

Dia kemudian mengambil benda tajam dan menghantam Usharani dengan benda itu, ketika salah satu dari beberapa rekan di ruangan itu mencoba menghentikannya, memaksa Rao melepas benda tersebut.

Namun, rekaman CCTV yang viral dirilis pada Selasa menunjukkan Rao - yang diduga menyimpan dendam terhadap Usharani - segera mengambil barang tumpul yang lebih besar, dilaporkan sandaran kursi, dan mendaratkan beberapa pukulan sebelum rekan lainnya bergegas menghentikannya.

1 dari 1 halaman

Usharani dibiarkan tergeletak di lantai setelah serangan ketika rekan-rekannya menjauh, sementara satu orang terlihat mengambil benda tajam tersebut dan menaruhnya di dalam laci.

"Saya hanya meminta Bhaskar memakai masker di kantor. Dia berdebat dengan saya dan memukuli saya dengan sandaran kursi di depan rekan-rekan saya," jelasnya seperti dilaporkan New Indian Express, dilansir dari The Independent, Kamis (2/7).

"Saya melaporkan masalah ini kepada pejabat senior di departemen, tetapi, mereka tidak menanggapi. Saya kemudian mengajukan pengaduan sendiri ke Polisi Dargamitta pada Sabtu."

Polisi Distrik Nellore menangkap Bhaskar pada Selasa dan dites Covid-19. Dia akan disidang setelah hasil tes dikembalikan.

Polisi mengatakan tidak ada penundaan dalam penangkapan, menambahkan masalah ini "sangat sensitif terhadap kekerasan atau kejahatan terhadap perempuan", menggambarkan keselamatan perempuan sebagai "prioritas utama".

Ketua Komisi Nasional untuk Perempuan India, Rekha Sharma dalam sepucuk surat yang dikirim kepada kepala polisi negara bagian mengatakan “terganggu dan terkejut dengan insiden kekejaman yang dilakukan terhadap seorang pegawai perempuan yang memiliki kemampuan khusus oleh seseorang yang menduduki posisi bertanggung jawab ketika pemerintah India juga menekankan perlunya memperhatikan warga yang memiliki kemampuan khusus pada level tertinggi." [pan]

Baca juga:
India Blokir TikTok dan Puluhan Aplikasi Buatan China
Ayah & Anak India Tewas Diduga Disiksa Polisi, Picu Unjuk Rasa Seperti George Floyd
Netizen India Sebut Militer China

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini