Ilmuwan Ungkap Bahasa yang Digunakan Simpanse untuk Berkomunikasi, Begini Bunyinya
Merdeka.com - Para peneliti di Universitas Zurich melakukan prank terhadap sekawanan simpanse, yang mengungkap bahasa primitif yang digunakan hewan primata ini dalam berkomunikasi.
Studi yang diterbitkan awal bulan ini dalam jurnal Nature Communications menyatakan, simpanse memproduksi 'alarm-huus' saat kaget dan 'waa-barks' ketika agresi atau berburu atau dalam bahasa lain ketika berteriak minta tolong kepada simpanse lainnya.
Menurut penelitian tersebut, simpanse menggabungkan kedua suara ini secara khusus ketika mereka berhadapan dengan seekor ular yang lepas.
Harus ditekankan bahwa ular dalam studi ini menggunakan kulit piton yang sudah mati, yang disumbangkan oleh Uganda Wildlife Education Center.
Dikutip dari The Jerusalem Post, Kamis (18/5), kedua jenis suara yang disebutkan sebelumnya menunjukkan "struktur seperti sintaksis komposisional".
Para peneliti mengonfirmasi gabungan suara tersebut ketika lebih banyak simpanse yang ikut berteriak setelah mendengar teriakan simpanse pertama. Kombinasi teriakan ini kemudian dianalisis artinya oleh para peneliti menggunakan pemutaran kombinasi teriakan lain yang dibuat secara artifisial serta teriakan independen.
Menurut penelitian, simpanse merespons dengan teriakan kombinasi yang lebih lama dibandingkan dengan salah satu dari dua teriakan independen.
Jenis komunikasi ini sangat penting bagi simpanse karena berhadapan dengan ular sanca bisa berakibat fatal bagi mereka.
Para peneliti pada akhirnya menelusuri struktur komposisi bahasa primitif yang berasal dari nenek moyang terakhir antara manusia dan simpanse sehubungan dengan kemampuan simpanse untuk mebangunan blog kognitif yang memfasilitasi sintaksis.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya