Ilmuwan Temukan Otak Tertua di Dunia Berusia 319 Juta Tahun, Jadi Petunjuk Evolusi

Senin, 6 Februari 2023 09:16 Reporter : Hari Ariyanti
Ilmuwan Temukan Otak Tertua di Dunia Berusia 319 Juta Tahun, Jadi Petunjuk Evolusi CT-Scan fosil tengkorak ikan Coccocephalus wildi. ©Jeremy Marble/University of Michigan News

Merdeka.com - Pemindaian tengkorak fosil ikan berusia 319 juta tahun menggiring penemuan otak makhluk vertebrata tertua yang masih utuh. Ini menjadi petunjuk soal proses evolusi awal ikan bertulang.

Fosil tengkorak itu milik Coccocephalus wildi yang telah punah, ditemukan di sebuah tambang batu bara di Inggris lebih dari satu abad yang lalu, menurut peneliti studi yang diterbitkan jurnal Nature pekan lalu.

Fosil ini satu-satunya spesimen yang diketahui dari spesies ikan tersebut. Karena itulah ilmuwan dari Universitas Michigan di Amerika Serikat dan Universitas Birmingham di Inggris menggunakan teknik CT-scan untuk melihat isi tengkorak tersebut dan menguji struktur internalnya.

Hasilnya, hasil pemindaian menunjukkan adanya semacam gumpalan, menurut rilis Universitas Michigan, dikutip dari CNN, Senin (6/2).

"Ini temuan yang menggembirakan dan tidak terduga," jelas salah satu tim peneliti, Sam Giles, yang juga ahli paleontologi vertebrata dan peneliti senior di Universitas Birmingham kepada CNN.

Giles menambahkan, mereka tidak tahu ada otak di dalamnya ketika mereka memutuskan meneliti tengkorak tersebut.

"Sangat tidak terduga sehingga kami perlu memastikan bahwa itu sebenarnya otak," lanjutnya.

"Anatomi otak pada fosil ini memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang evolusi otak pada ikan."

2 dari 3 halaman

Para peneliti menjelaskan, C. wildi adalah ikan purba bersirip pari – memiliki tulang punggung dan sirip yang ditopang oleh batang bertulang yang disebut “pari” – yang diperkirakan memiliki panjang 6 hingga 8 inci, berenang di muara, dan memakan hewan air kecil dan serangga air.

Otak ikan bersirip pari ini menunjukkan fitur struktural yang tidak terlihat pada vertebrata lain, terutama otak depan yang terdiri dari jaringan saraf yang terlipat ke luar. Pada vertebrata lain, jaringan saraf ini terlipat ke dalam.

C. wildi tidak memiliki ciri khas ikan bersirip pari ini, dengan konfigurasi bagian otak depannya yang disebut "telencephalon" yang lebih mirip dengan vertebrata lain, seperti amfibi, burung, reptil, dan mamalia.

"Ini menunjukkan konfigurasi telencephalon yang terlihat pada ikan hidup bersirip pari pasti muncul jauh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya," kata ketua penelitian, Rodrigo Tinoco Figueroa, mahasiswa doktoral di Museum Paleontologi Universitas Michigan.

"Pengetahuan kita tentang evolusi otak vertebrata sebagian besar terbatas pada apa yang kita ketahui dari spesies hidup. Tetapi fosil ini membantu kita mengisi celah penting dalam pengetahuan, yang hanya dapat diperoleh dari fosil luar biasa seperti ini."

3 dari 3 halaman

Para peneliti mengatakan, tidak seperti tulang dan gigi yang keras, para ilmuwan jarang menemukan jaringan otak – yang lunak – yang masih utuh dalam fosil vertebrata.

Namun, penelitian tersebut mencatat otak C. wildi "luar biasa" terjaga dengan baik. Meskipun ada otak invertebrata berusia hingga 500 juta tahun yang telah ditemukan, Giles mengatakan otak vertebrata ini adalah "otak fosil tiga dimensi tertua yang diketahui".

"Langkah selanjutnya adalah mencari tahu dengan tepat bagaimana fitur halus seperti otak dapat diawetkan selama ratusan juta tahun, dan mencari lebih banyak fosil yang otaknya masih utuh," pungkas Giles.

Baca juga:
Pemerintah New York City Turun Tangan Cari Burung Hantu yang Kabur dari Kandang
Dikira Palsu, Polisi Hutan di Australia Kaget Temukan Kodok "Monster" Toadzilla
Ilmuwan Temukan Koloni Baru Penguin Berkat Kotoran yang Terlihat dari Luar Angkasa
Ilmuwan Ungkap Otak Cumi-Cumi dan Manusia Punya Kesamaan, Ini Penjelasannya
Pertama Kalinya Monyet Salju Jepang Terlihat Sedang Memancing Ikan
Bocah 9 Tahun Temukan Gigi Hiu Purba Berusia 3,5 Juta Tahun di Pantai Maryland

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini