Ilmuwan di China Percaya Obat Baru Bisa Hentikan Pandemi Tanpa Vaksin

Rabu, 20 Mei 2020 06:56 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ilmuwan di China Percaya Obat Baru Bisa Hentikan Pandemi Tanpa Vaksin peneliti di universitas peking beijing. ©AFP/Wang Zhao

Merdeka.com - Sebuah laboratorium di China kini tengah membuat obat yang dipercaya bisa menghentikan pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Pandemi corona muncul pertama kali di China Desember tahun lalu hingga kemudian menyebar ke seluruh dunia dan sudah merenggut lebih dari 315.000 jiwa di berbagai negara. Dunia kini berpacu menemukan vaksin dan obat untuk melawan corona.

Para peneliti di kampus terkenal Universitas Peking, China, saat ini sedang menguji coba sebuah obat yang tidak hanya mampu mempersingkat masa pemulihan pasien corona, tapi juga memberi kadar imunitas jangka pendek terhadap virus corona.

Dikutip dari laman the Times of Israel, Rabu (20/5), Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Unggul Genom di Universitas Peking, Beijing, mengatakan kepada kantor berita AFP, obat itu sudah sukses pada tahap uji coba ke hewan.

"Ketika kami suntikan antibodi itu ke tikus yang terinfeksi, setelah lima hari jumlah virus berkurang sebanyak 2.500," kata Xie.

"Ini berarti obat ini punya efek terapi."

Obat ini memakai antibodi penetralisir yang diperoleh dari sistem imun untuk mencegah virus menginfeksi sel. Antibodi ini diperoleh Xie dari darah 60 pasien covid-19 yang sudah sembuh.

1 dari 2 halaman

Mempersingkat proses pemulihan

pemulihan

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal sains Cell, menyebut penggunaan antibodi itu memberikan potensi kesembuhan dari covid-19 dabn mempersingkat proses pemulihan.

Xie mengatakan timnya bekerja siang malam untuk mendapatkan antibodi ini.

"Keahlian kami adalah genomik sel tunggal ketimbang imunologi atau virologi. Ketika kami mengetahui bahwa pendekatan genomik sel tunggal bisa secara efektif menemukan antibodi penetralisir kami sangat gembira."

Dia mengatakan dirinya berharap obat ini akan tersedia untuk digunakan tahun ini dan bisa dipakai jika terjadi wabah corona lagi di tengah musim dingin. Pandemi corona kini sudah menginfeksi 4,8 juta orang di seluruh dunia.

"Rencana uji coba klinis kini sedang dilakukan," kata Xie yang menyebut uji coba akan dilakukan di Australia dan negara lain karena di China hanya sedikit orang yang bisa jadi dijadikan percobaan.

"Harapannya adalah antibodi penetralisir ini bisa menjadi obat khusus yang menghentikan pandemi," kata dia.

Pejabat kesehatan China pekan lalu mengatakan negara itu punya lima kandidat vaksin corona dan saat ini sudah dalam tahap uji coba ke manusia.

Namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan proses pembuatan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.

Lebih dari 700 pasien di China sudah mendapat terapi plasma darah dan menurut otoritas kesehatan memperlihatkan "efek yang sangat baik".

"Namun, plasma ini terbatas dari segi pasokan," kata Xie. Dia juga mengatakan dari 14 antibodi penetralisir yang dipakai untuk obat itu bisa diproduksi secara massal dalam waktu cepat.

2 dari 2 halaman

Pencegahan dan Penyembuhan

Pengobatan dengan antibodi bukanlah pendekatan baru dan selama ini sudah berhasil dalam menangani sejumlah virus seperi HIV, Ebola, dan MERS.

Xie menuturkan, penelitian termasuk yang paling awal karena pandemi ini bermula dari China kemudian menyebar ke negara lain.

Obat Ebola Remdesivir dinilai cukup menjanjikan untuk penanganan awal pasien Covid-19--uji klinis di AS memperlihatkan obat ini bisa mempersingkat waktu pemulihan sejumlah pasien hingga sepertiga kalinya--tapi angka kematian tidak banyak berbeda secara signifikan.

Obat baru dari China ini bisa memberikan perlindungan jangka pendek terhadap virus corona.

Penelitian memperlihatkan jika antibodi penetralisir ini disuntikkan sebelum tikus sudah terinfeksi virus, maka tikus itu aman dari penularan dan tidak ada virus yang terdeteksi.

Hal ini bisa memberikan perlindungan sementara bagi para tenaga medis untuk beberapa pekan dan Xie berharap mereka bisa memperpanjang waktunya hingga beberapa bulan.

Saat ini ada lebih dari 100 vaksin untuk Covid-19 yang tengah dikembangkan di seluruh dunia, tapi di tengah upaya itu, Xie berharap obat baru ini bisa lebih cepat dan efisien dalam menghentikan penyebaran virus corona secara global.

"Kita akan mampu menghentikan pandemi itu dengan obat yang efektif, bahkan tanpa perlu vaksin," ujar Xie. [pan]

Baca juga:
Video Percobaan di Jepang Buktikan Betapa Cepatnya Virus Bisa Menyebar di Restoran
Sengaja Abaikan Protokol Kesehatan, Presiden Brasil Foto Bareng Bocah Saat Unjuk Rasa
Hasil Penelitian: Antibodi SARS Bisa Cegah Infeksi Covid-19
Xi Jinping Dukung Penyelidikan Virus Corona Tapi Harus Tunggu Pandemi Berakhir
Inggris Akan Produksi 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Hingga September
Trump Mengaku Minum Obat Anti-Malaria Meski Ahli Sebut Punya Efek Samping Berbahaya
Kabar Bahagia, Hasil Uji Awal Vaksin Corona di AS Menggembirakan
Peneliti Temukan Virus Corona Menyebar Cepat di Ruang Tertutup, Tulari Ratusan Orang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini