Ikuti Jejak AS, Prancis Setuju Pembentukan Komando Pasukan Antariksa

Minggu, 14 Juli 2019 15:25 Reporter : Merdeka
Ikuti Jejak AS, Prancis Setuju Pembentukan Komando Pasukan Antariksa Pertemuan Trump dan Macron. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyetujui pembentukan Komando Pasukan Antariksa yang masuk dalam Angkatan Udara Prancis. Pembentukan pasukan angkasa itu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Prancis.

Macron telah berbicara dengan personel militer Prancis terkait rencana pembentukan pasukan angkasa ini sehari sebelum parade Hari Bastille. Menurutnya, doktrin militer baru yang mengatur Komando Pasukan Antariksa akan memperkuat perlindungan satelit Prancis.

"Untuk memberikan substansi pada doktrin ini dan memastikan pengembangan dan penguatan kemampuan ruang angkasa kita, Komando Antariksa akan dibuat pada September tahun depan di dalam Angkatan Udara," kata Macron seperti dikutip dari france24.com, Minggu (14/7).

Dia menambahkan, setelah terbentuknya pasukan antariksa, Angkatan Udara Prancis akan berganti menjadi Angkatan Udara dan Angkasa. Meski begitu, investasi yang terlibat dalam pembentukan pasukan angkasa ini belum ditentukan.

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly menyatakan, sejak 2018 dirinya telah berkomitmen untuk memberikan strategi otonomi ruang angkasa Prancis dalam menghadapi ancaman yang berkembang dari kekuatan lain di tengah maraknya militerisasi ruang angkasa.

Untuk mewujudkannya, anggaran militer Prancis selama 2019-2025 telah mengalokasikan 3,6 miliar euro atau US$ 4,06 miliar untuk investasi dan pembaruan satelit Prancis. Sebelumnya, North Atlantic Treaty Organization (NATO) bertujuan untuk mengakui ruang angkasa sebagai domain perang pada tahun ini.

AS Bentuk Pasukan Antariksa

Presiden Donald Trump pada Senin (18/6) memerintahkan untuk membentuk pasukan antariksa. Jika terwujud, hal itu kelak menjadikan Angkatan Bersenjata AS memiliki total enam cabang militer, bersama Angkatan Darat (US Army), Angkatan Laut (US Navy), Korps Marinir (US Marine Corps), Angkatan Udara (US Air Force), dan Penjaga Pantai (US Coast Guard).

Trump menyebut bahwa langkah tersebut ditujukan untuk membuat AS "mendominasi ruang angkasa". Demikian seperti dikutip dari ABC News, Selasa (19/6).

"Tak cukup dengan hanya sekadar hadir di angkasa luar," kata Donald Trump dalam pidato di hadapan National Space Council Senin 18 Juni.

"Kita harus mendominasi antariksa. Dengan ini, saya memerintahkan Kementerian Pertahanan dan Pentagon untuk segera memulai proses yang diperlukan untuk mendirikan pasukan antariksa sebagai cabang militer keenam angkatan bersenjata AS

"Kita (sudah) memiliki Angkatan Udara dan kita akan memiliki pasukan antariksa. Terpisah tapi setara. Itu akan menjadi sesuatu," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS (Joint Chiefs of Staff) Jenderal Joseph Dunford mengkonfirmasi seruan Trump.

Anggota Joint Chiefs of Staff lain yang anonim mengatakan kepada wartawan bahwa "antariksa adalah salah satu domain pertempuran" dalam doktrin militer, dan mengafirmasi bahwa para panglima akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mewujudkan arahan Donald Trump.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini