Gua dari Zaman Firaun Ini Tertutup Selama 3.300 Tahun, Ternyata Isinya Bikin Takjub

Gua ini ditemukan dengan tidak sengaja oleh arkeolog di Israel.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Gua dari Zaman Firaun Ini Tertutup Selama 3.300 Tahun, Ternyata Isinya Bikin Takjub
Gua dari Zaman Firaun Ini Tertutup Selama 3.300 Tahun, Ternyata Isinya Bikin Takjub (Merdeka.com)

Sebuah gua yang tertutup sejak zaman Firaun Ramses II berhasil ditemukan oleh arkeolog secara tidak sengaja di Taman Nasional Israel, dipenuhi dengan beberapa peninggalan.

Penggalian ini dilakukan oleh Badan Barang Antik Israel (IAA). Setelah menggali menggunakan penggali mekanik, mereka berhasil menemukan gua yang berisi peninggalan-peninggalan kuno.


Gua tersebut diduga telah ditutup selama 3.300 tahun sejak zaman Firaun Ramses II, penguasa Mesir Kuno dengan wilayah kekuasaan yang mencakup pesisir Mediterania dan Sungai Nil.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sekarang, wilayah kekuasaan Ramses II menjadi daerah yang dikenal sebagai Gaza, Israel, Lebanon, dan sebagian dari Suriah.


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Letak dari gua tersebut adalah di selatan dari kota Tel Aviv, Israel. Gua tersebut memiliki pilar pusat yang terbuat dari perunggu dan terdapat beberapa peninggalan perunggu di dalamnya, seperti guci, kendi, mangkuk, dan lainnya.

Akibat lokasi kekuasaan yang berpindah-pindah, gua ini tidak pernah disentuh kembali oleh peradaban manusia, hingga saat ini.


Dr. Eli Yannai dari IAA mengatakan, "ini merupakan penemuan spektakuler! Sangat jarang menemukan peninggalan yang tidak tersentuh manusia selama 3.300 tahun sejak Zaman Perunggu Akhir." 

"Karena gua ini ditutup dan tidak pernah tersentuh manusia memberikan kami kesempatan untuk meneliti peninggalan-peninggalan tersebut dan menggali informasi lebih lanjut," ucapnya, seperti dilansir laman IFL Science.



Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meskipun peninggalan-peninggalan ini belum pernah tersentuh, selama masa penggalian, beberapa artefak tersebut hilang, meskipun sudah dijaga ketat oleh pihak IAA.

Rekomendasi