Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Empat negara desak PBB tengahi konflik di Masjid Al-Aqsa

Empat negara desak PBB tengahi konflik di Masjid Al-Aqsa Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di depan Masjid Al-Aqsa. ©Reuters

Merdeka.com - Konflik Israel-Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem terus memburuk. Masyarakat internasional meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera bersidang untuk mengatasi masalah itu.

Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang minta DK PBB bertindak untuk mengatasi kisruh di Yerusalem, mereka adalah Swedia, Prancis dan Mesir.

"Pertemuan (DK PBB) akan sangat penting untuk mencari cara bagaimana menurunkan eskalasi di Yerusalem," tutur koordinator urusan politik Swedia, Carl Skau, seperti dilansir dari AFP, Minggu (23/7).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyerukan hal serupa.

"Indonesia meminta kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan segera melakukan sidang membahas krisis yang ada di kompleks Masjid Al Aqsa," tutur Jokowi saat berada di Yogyakarta kemarin.

Situasi semakin memanas di Yerusalem sejak alat pemindai logam dipasang di pintu masuk Masjid Al-Aqsa. Hal ini membuat warga Muslim Palestina merasa terenggut haknya.

Pemasangan detektor tersebut sebagai respons atas penikaman terhadap dua polisi Israel yang bertugas di area tersebut.

Pembatasan juga dilakukan bagi yang hendak memasuki area Bait Suci, di mana masjid Al Aqsa ada di dalamnya. Akses hanya dibuka bagi pria berusia di atas 50 tahun dan perempuan semua umur. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penarikan semua kontak resmi dengan Israel sampai pemindai logam itu dicabut.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP