Dino: Jika Kedubes AS di Yerusalem, two state solution bisa kandas
Merdeka.com - Ketua Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyebutkan konsep pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan langkah yang buruk. Menurut dia, dengan adanya keputusan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump sebelum dilantik ini, nyatanya akan membuat langkah solusi dua negara Israel-Palestina sia-sia.
"Dengan konsep pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan langkah yang buruk dan akan merugikan perjuangan bangsa Palestina. Kita harap itu tidak akan terjadi. Dan kalau terjadi itu akan ditentang oleh pemerintah dan rakyat Palestina," ujar Dino dalam acara 'Indonesian Foreign Policy: Review and Outlook 2017' di Wisma Antara, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/1).
"Sekarang kan situasinya lagi sangat labil. Perundingan Israel dan Palestina enggak jalan. Two state solution diambang kandas," lanjut mantan wakil menteri luar negeri Indonesia ini.
Dino menyebutkan, sebaiknya jangan menciptakan gerakan baru yang malah memperburuk suasana. Dia berharap keputusan Trump untuk membangun kompleks kedutaan di sana tidak akan terjadi.
"Jadi mudah-mudahan presiden Trump dapat dengan bijak pertimbangkan dengan sangat hati-hati gagasan ini dengan tidak memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya