Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikecam banyak pihak, koalisi Arab Saudi akhirnya cabut blokade di Yaman

Dikecam banyak pihak, koalisi Arab Saudi akhirnya cabut blokade di Yaman Serangan udara Arab Saudi gempur Yaman. ©REUTERS/Naif Rahma

Merdeka.com - Setelah dikecam banyak pihak, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dikabarkan bakal mencabut blokade di sejumlah bandara dan pelabuhan Yaman. Hal itu dilakukan supaya pengiriman bantuan kemanusiaan kembali lancar dan penduduk Yaman terhindar dari ancaman kelaparan.

Dilansir dari laman Associated Press, Kamis (23/11), menurut Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Farhan Haq, pencabutan blokade itu dilakukan mulai hari ini. Pencabutan blokade itu diterapkan di bandara di Ibu Kota Sanaa, dan Pelabuhan Hudaida serta Pelabuhan Salif. Dia menyatakan akan mengirimkan perwakilan PBB buat memantau pencabutan blokade.

"Ini kabar baik, tetapi kami masih menunggu rinciannya," kata Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick.

Yaman adalah negara paling miskin di Jazirah Arab. Kehidupan mereka sangat bergantung dari impor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Sekitar 17 juta penduduk Yaman sangat membutuhkan makanan, tujuh juta di antaranya bahkan terancam kelaparan. Wabah kolera yang merebak sudah merenggut dua ribu nyawa.

Pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menutup jalur laut, darat, dan udara ke Yaman sebagai balasan atas peluncuran roket dilakukan pemberontak Huthi beberapa waktu lalu, diarahkan ke bandara di Ibu Kota Riyadh. Namun, keputusan itu justru membikin situasi semakin parah.

Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock, menyatakan sudah memperingatkan jika Arab Saudi terus melakukan blokade maka dia yakin di Yaman bakal terjadi bencana kelaparan terbesar di dunia. Dia meminta pasukan koalisi membuka akses jalur laut dan udara, supaya lembaga dan relawan kemanusiaan bisa mengirim bantuan.

"Situasi di Yaman sangat mengkhawatirkan. Yang paling penting adalah sejumlah pelabuhan dan bandara di Yaman harus tetap berfungsi," kata Duta Besar Italia untuk PBB, Sebastiano Cardi, yang memimpin rapat soal krisis kemanusiaan di Yaman, alam Dewan Keamanan PBB.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan sudah membujuk Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil al-Jubair, supaya mempertimbangkan pembukaan kembali pelabuhan dan bandara di Yaman.

"Yang harus dilakukan adalah mengurangi blokade, bukan menambahnya," kata Lowcock.

Lembaga bantuan PBB dan lainnya mengatakan, akibat penutupan perbatasan dan akses ke pelabuhan serta bandara membuat harga pangan dan barang melejit. Lembaga nirlaba dari Prancis, Doctors Without Borders (MSF), mengatakan kalau pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menolak permohonan mereka buat datang ke Yaman. Alhasil, mereka kesulitan mengirim tenaga medis membantu penduduk Yaman yang sakit. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP