Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dicurigai Mata-mata, Perempuan China Dipenjara 8 Bulan karena Masuk Resor Milik Trump

Dicurigai Mata-mata, Perempuan China Dipenjara 8 Bulan karena Masuk Resor Milik Trump Presiden AS Donald Trump saat bermain golf. REUTERS/David Moir

Merdeka.com - Seorang perempuan China ditangkap karena memasuki resor Mar-a-Lago milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump sambil membawa beberapa ponsel dan sebuah thumb drive malware. Ia dikhawatirkan terlibat aksi spionase.

Zhang Yujing (33) ditangkap pada 30 Maret di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, tempat Trump sering berkunjung. Dia dinyatakan bersalah karena melanggar dan berbohong pada bulan September. Akibatnya hakim federal di Fort Lauderdale, Florida menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara untuk dia.

Hakim juga memerintahkan agar Zhang diserahkan kepada petugas imigrasi untuk dideportasi setelah pembebasannya.

Miami Herald juga menyebutkan bahwa Zhang, yang dipenjara sejak penangkapannya, kini tinggal menghabiskan sisa hukuman penjara sekitar satu pekan.

Warga asli Shanghai tersebut ditangkap setelah pertama kali menampilkan dirinya sebagai anggota klub Mar-a-Lago dan mengatakan dia hendak menuju ke kolam renang - meskipun tidak membawa baju renang.

Zhang kemudian mengaku menghadiri acara persahabatan antara China-Amerika yang sebenarnya tidak ada. Dia membawa dua paspor dari China menurut US Secret Service, yang menangkapnya.

Dugaan Mata-mata

mata rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Agen Secret Service di tempat kejadian menemukan empat ponsel, komputer laptop, hard drive eksternal dan thumb drive yang "berisi perangkat lunak berbahaya," menurut pengisian dokumen.

Kasus ini menimbulkan ketakutan di tengah serangkaian tuduhan China di AS, dalam beberapa tahun terakhir karena dugaan mata-mata dan pencurian rahasia komersial.

Resor Mar-a-Lago merupakan sebuah beach club di Palm Beach yang dibeli oleh Presiden Donald Trump pada 1985.

Namun, belakangan resor tersebut menjadi sumber perdebatan dan kemarahan lantaran mahalnya biaya presiden tiap kali harus mengunjungi resor tersebut di akhir pekan.

Kelab pribadi itu memiliki 500 anggota, di mana presiden menjamu tamu negara, para eksekutif, pebisnis, dan miliarder properti lainnya. Tapi jangan salah, tak ada yang gratis bagi Trump, seluruh tamu itu wajib membayar USD 200 ribu di muka agar bisa masuk ke situ.

Uang pembayaran kelab itu naik dua kali lipat setelah Trump jadi presiden dari sebelumnya USD 100 ribu.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP