Diangkat jadi Dubes, Esty ingin perdagangan RI naik 25% di Italia
Merdeka.com - Duta Besar terlantik Indonesia untuk Italia, Esty Andayani menjabarkan target yang ingin dikejarnya selama masa bertugas di Negeri Menara Pisa itu. Ada dua bidang yang mau ditingkatkannya, yaitu perdagangan dan investasi.
"Saya ingin meningkatkan 25 persen perdagangan kita di semua aspek, tak hanya minyak kelapa sawit (CPO) tapi juga kopi, karena kopi merupakan produk terbesar kita yang kedua. Selain itu, akan meningkatkan investasi juga sebesar 25 persen," ujar Esty saat ditemui di Warung Daun, Jakarta Pusat, Kamis (13/4).
Sebagai salah satu pasar terbesar minyak kelapa sawit, Esty menginginkan pengiriman bisa langsung ke Italia. Pasalnya, selama ini CPO dari Indonesia masuk melalui Rotterdam, Belanda.
Esty mengungkapkan, jika melalui Rotterdam harganya lebih tinggi karena cukup jauh dari Italia.
"Biasanya kan melalui Rotterdam, yang biayanya cukup tinggi karena dia jauh. Tapi kita sudah upayakan ada satu pelabuhan di Italia sendiri yang sebenarnya lebih tepat (untuk pengiriman CPO) karena biaya penanganannya akan lebih murah, hanya 15 Euro, sementara di Rotterdam 25 Euro," ucapnya.
Esty mengakui kalau dia agak ragu jika Rotterdam memberikan izin. Namun, dia akan tetap mengupayakannya.
Di Italia, CPO atau minyak kelapa sawit selain digunakan untuk memasak, juga dipakai sebagai energi alternatif, salah satunya biofuel.
Total nilai perdagangan Indonesia-Italia pada 2016 mencapai USD 104 juta dan surplus untuk Indonesia. Sementara itu, barang yang diekspor Indonesia ke sana berupa manufaktur, bahan kimia dan tentunya minyak kelapa sawit serta kopi.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya