Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Desa khusus wanita di Arab Saudi haramkan gadis tomboi

Desa khusus wanita di Arab Saudi haramkan gadis tomboi Ilustrasi wanita Arab bercadar (c) Gurbert Ruzgari/lord-seraphimon.tumblr.com

Merdeka.com - Desa kecil di pinggir Kota Sakakah, Provinsi al-Jawf, barat daya Arab Saudi memang unik karena seluruh penduduknya perempuan. Hanya saja, jangan bayangkan di pemukiman ini perempuan bebas sesuka hati melakukan apa yang mereka mau. Baru-baru ini, pengurus desa itu malah mengeluarkan larangan agar gadis-gadis tidak berpenampilan tomboi.

Desa ini memang kebanjiran perempuan dari kota lain di Saudi karena keunikannya yang cuma berisi kaum hawa. Namun, penduduk asli mengaku tidak suka dengan para pendatang membawa budaya asing seperti pakaian yang memperlihatkan aurat serta musik-musik bising, seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Jumat (4/5).

Berkebalikan dari bayangan para feminis, pemukiman itu bukan tempat wanita mencari suaka di Saudi. Alasan penghuninya cuma kaum hawa, karena ada pemisahan tegas antara hunian laki-laki dan perempuan di wilayah al-Jawf yang sangat puritan dalam beragama.

Pengurus desa mengeluarkan ancaman bakal mengusir perempuan di desa itu yang tidak bersikap baik. Sasaran awal mereka adalah gadis berpenampilan seperti lelaki atau tomboi, serta yang memakai pakaian seronok. "Fenomena pendatang itu tidak mencerminkan budaya asli di desa ini. Sehingga perlu bagi kita buat membasminya," seperti tertulis di selebaran pengurus desa.

Ke depan, aturan di desa itu bakal semakin tegas. Pengunjung dari luar daerah tidak boleh membawa kamera atau telepon seluler.

Bukan hanya gadis tomboi yang dianggap melawan tradisi. Perempuan dengan dandanan 'punk' juga bakal diharamkan. Bahkan, dewan adat lokal di Sakakah bersiap melarang kaum hawa yang nyeleneh itu memasuki sekolah umum atau universitas. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP