Demi Solidaritas dengan Palestina, Negara dengan Penduduk 100 Persen Muslim Ini Resmi Larang Masuk Turis dari Israel
Tentara Israel yang terlibat dalam genosida menghadapi ancaman penangkapan saat bepergian ke berbagai negara sebagai turis.
Maladewa secara resmi melarang masuknya turis Israel ke negara kepulauan tersebut. Langkah ini diumumkan Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, pada Selasa (15/4), setelah meratifikasi UU yang disetujui parlemen.
Keputusan tegas ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina di tengah perang genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Larangan ini berlaku bagi pemegang paspor Israel, meskipun warga negara ganda masih diizinkan masuk dengan menggunakan paspor negara lain. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tekanan publik di Maladewa yang menginginkan tindakan nyata dalam mendukung Palestina.
"Ratifikasi ini mencerminkan sikap tegas pemerintah dalam menanggapi kekejaman dan tindakan genosida yang terus berlanjut yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina," kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Cradle, Rabu (16/5).
"Maladewa menegaskan kembali solidaritasnya yang kuat terhadap perjuangan Palestina."
Pengumuman tersebut menandai babak baru dalam hubungan Maladewa dan Israel. Meskipun Maladewa pernah mencabut larangan serupa pada tahun 1990-an dan sempat berupaya menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2010, upaya tersebut terhenti pada tahun 2012. Data menunjukkan, lebih dari 11.000 warga Israel mengunjungi Maladewa pada tahun 2023. Namun, angka tersebut menurun drastis di awal tahun 2024, sebagian disebabkan oleh penolakan Maladewa terhadap pemukiman ilegal Israel. Kini, dengan larangan masuk ini, hubungan kedua negara diperkirakan akan semakin tegang.
Maladewa, sebuah republik Islam kecil dengan 1.192 pulau karang yang berlokasi strategis di Samudra Hindia, merupakan tujuan wisata mewah yang populer dan terkenal dengan pantainya. Negara ini juga berpenduduk 100 persen Muslim.
Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk menghindari perjalanan ke Maladewa. Di sisi lain, keputusan ini disambut positif oleh banyak warga Maladewa yang melihatnya sebagai bukti nyata komitmen negara mereka terhadap perjuangan Palestina.
Data resmi menunjukkan hanya 59 wisatawan Israel yang mengunjungi Maladewa pada Februari, di antara 214.000 kedatangan turis asing lainnya.